Fordayak: Tutup O2 Cafe and Sport Bar

Ketua Umum Fordayak Kalteng Bambang Irawan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COMPelanggaran kembali dilakukan Tempat Hiburan Malam (THM) O2 Cafe and Sport Bar. Apa yang dilakukan O2 Cafe and Sport Bar merupakan yang kesekian kalinya. Padahal sebelumnya sudah dilakukan penyegelan selama sepekan karena pelanggaran yang dinilai sangat berat. Baru dibuka pasca-penyegelan, justru THM yang berada di Jalan Tjilik Riwut km 2,5 Palangka Raya ini kembali berulah.

Kali ini, Ketua Umum Fordayak Kalteng Bambang Irawan yang turut angkat bicara. Bambang menyampaikan keprihatinannya atas pelanggaran yang dilakukan O2 Cafe and Sport Bar. Apa yang dilakukan ini menjadi salah satu tanda bahwa O2 Cafe and Sport Bar tidak bisa tunduk terhadap aturan yang berlaku di Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya Palangka Raya.

“Saya tegaskan, O2 Cafe and Sport Bar ini terlalu sering melanggar, dan mendapat sorotan dari banyak pihak, lebih baik ditutup saja. Pelanggaran ketika diberikan sanksi, kemudian melanggar lagi dan dilakukan penyegelan, tapi melakukan pelanggaran lagi, ini artinya pemilik O2 Cafe and Sport Bar ini bandel, lebih baik ditutup saja,” kata Bambang, di Palangka Raya, Selasa (9/2).

Menurut Bambang, menutup O2 Cafe and Sport Bar salah satu opsi untuk memberikan efek jera. Tidak hanya bagi O2 Cafe and Sport Bar , tapi bagi semua THM yang melanggar dan membandel. Masih ada banyak THM yang mau dibina, dan taat terhadap aturan yang berlaku. Sebab itu, atas nama Fordayak Kalteng meminta agar O2 Cafe and Sport Bar lebih baik ditutup saja.

Bagaimanapun, kata tokoh muda Kalteng ini, negara kita adalah negara hukum. Semua diatur dan dijalankan sesuai dengan aturan. Apabila tidak bisa saat pada hukum, maka dapat diambil tindakan tegas. Apa yang dilakukan O2 Cafe and Sport Bar tidak saja melanggar aturan, tapi dapat merusak generasi muda, terkhusus generasi muda Kalteng.

O2 Cafe and Sport Bar khususnya pihak manajemen, tegas Bambang, apabila ingin berusaha kiranya taat dan tunduk pada aturan yang berlaku. Harapan besar, THM tersebut menjadi sebuah wadah untuk hiburan. Namun, kenyataan yang ada di lapangan O2 Cafe and Sport Bar sering kali melanggar aturan. Pelanggaran yang dilakukan O2 Cafe and Sport Bar juga dinilai dapat merusak generasi muda Kalteng ke depan.

“Sekali lagi saya tegaskan, apabila memang O2 Cafe and Sport Bar tidak bisa taat aturan, lebih baik ditutup saja. Masih banyak THM yang bisa dibina dan taat akan aturan,” tutup Bambang. ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.