Hukrim  

Pasukan Merah Beri Tempo 7 Hari Polisi Ungkap Pembunuhan Pengurus TBBR

ISTIMEWA DIDUGA DIBUNUH - Berto Nadi karyawan PT SGM  dan juga aktif sebagai bendahara Ormas TBBR Kabupaten Barito Timur

*Jika Tidak, Akan Cari Sendiri Pelakunya

TAMIANG LAYANG/TABENGAN.COM –  Ketua Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Barito Timur (Bartim), Marianus atau biasa disapa Angkuk, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian terkait kasus pembunuhan salah satu pengurus TBBR Bartim, pekan lalu.

TBBR atau Pasukan Merah Dayak, kata Marianus, masih memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian selama tujuh hari (satu minggu)  sejak ditemukan mayat anggota TBBR. “Jika dalam waktu selama seminggu polisi tak bisa menggungkapkan kasus dugaan pembunuhan terhadap anggota kami, maka kami akan bertindak dengan cara kami sendiri untuk mencari pelaku,” kata Marianus, Senin (7/2).

Kapolres Barito Timur AKBP Afandi Eka Putra yang dikonfirmasi terpisah, , mengakatan saat ini penyidik kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. Setelah menerima hasil  visum, akhirnya status dinaikan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Ini setelah aparat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Kasus tewasnya Berto Nadi (40), warga Desa Kanris yang juga anggota TBBR  Kabupaten Barito Timur, di perkebunan kelapa sawit Abdeling V  PT SGM Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Bartim itu, cukup menyita perhatian.

Sebab korban ditemukan dalam kondisi sudah meningga dunia, dengan luka di leher seperti bekas digorok. “Hari ini kami melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. Kami juga baru menerima hasil visum, kemungkinan sore ini naik ke penyidikan,” kata Kapolres saat dikonfirmasi melalui whatsapp. “Kalau sudah ada hasilnya nanti disampaikan lagi,” imbuhnya.   c-yus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.