Prokes di Sekolah Belum Maksimal 

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalteng dr Ni Made Yuliari Sp.A

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Pelajar di sejumlah sekolah di Kota Palangka Raya dikabarkan terkonfirmasi positif virus Corona. Seperti diketahui, saat ini di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalteng dr Ni Made Yuliari Sp.A menyarankan, kalau menjalankan PTM, lebih baik 50 persen saja. Kemudian Satgas Covid ada di sekolah untuk memantau, bekerja sama dengan Puskesmas melakukan tracing dan testing. Penanganan Covid tidak bisa hanya satu pihak.

“Penanganannya perlu lintas sektoral, saling mengingatkan, kadang-kadang sekolahnya tatap muka, anak-anaknya waktu menunggu jemputan, berbaris, itu tidak bisa jaga jarak. Tadi saya ke sekolah cucu saya, menunggu waktu jemputan itu tidak ada jarak 1 meter begitu. Malah namanya juga anak-anak kalau lari-lari, capek buka masker,” kata Made, Jumat (4/2).

Menurut Made, menjadi perhatian untuk saat ini  jangan 100 persen PTM, 50 persen saja isinya, jaga jarak kemudian pembelajaran di sekolah itu jangan lama, sehingga anak tidak buka masker di sekolah. Karena kalau anak sudah kena, dia ke rumah akan menularkan ke keluarga sekitarnya sehingga terjadilah klaster keluarga.

Data kasus terbaru yang tercatat di IDAI Kalteng, anak yang terkonfirmasi positif tidak banyak. Ada 5 orang anak yang terkonfirmasi positif. Mereka isolasi mandiri karena gejalanya ringan. Kendati demikian, itu menjadi peringatan bahwa sekolah waspada terhadap kasus Covid-19.

IDAI mengimbau masyarakat harus berhati-hati, walaupun sudah divaksin, masih bisa tertular. Prokes harus dijalankan dengan benar, hidup sehat, jangan merokok, jangan berkerumun, pakai masker jangan di dagu, makan makanan yang sehat. Tracing, testing, digalakkan lagi, kemudian yang positif diterapi.

“Sekarang kemungkinan kalau penyebarannya cepat itu biasanya ciri khasnya varian Omicron. Biasanya penyebarannya cepat dengan gejalanya tidak berat seperti varian sebelumnya, agak ringan yang sekarang. Kecuali orang-orang komorbid agak berat gejalanya. Tapi penyebarannya cepat sekali, batuk, pilek, badan terasa nyeri, sakit tenggorokan,” kata Made. yml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.