Bertambah 23 Kasus, Kalteng Masuk Gelombang3?

ILUSTRASI/NET

*Indonesia Melonjak 32.211 Kasus

*5 Siswa Positif, SMAN 1 Palangka Raya Diliburkan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Update kasus Covid-19 di Kalteng pada 4 Februari 2022, positif bertambah 23 kasus menjadi 46.863 kasus, terdiri Palangka Raya 7 kasus, Kobar 2 kasus, Kotim 1 kasus, Kapuas 10 kasus, Sukamara 1 Kasus Barsel 1 kasus dan Barut 1 kasus. Untuk pasien yang dirawat bertambah 4 orang menjadi 14 orang, sedangkan pasien isolasi mandiri bertambah 19 orang menjadi 102 orang, sembuh 8 orang menjadi 45.156 orang. Untuk meninggal 0 dan tetap berjumlah 1.591 orang.

TABENGAN/RONNY
SWAB- Siswa SMAN 1 Palangka Raya saat mengikuti swab test PCR usai ditemukannya kasus positif Covid-19 di sekolah, Jumat (4/2).

Sementara untuk kasus baru positif Covid-19 atau corona di Indonesia kembali melonjak. Jangan anggap enteng dan tetap disiplin menjalankan protocol kesehatan.

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Jumat (4/2) ada tambahan 32.211 kasus baru corona. Sehingga total menjadi 4.446.694 kasus positif Corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 7.190 orang sehingga menjadi sebanyak 4.161.987 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 42 orang menjadi sebanyak 144.453 orang. Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 140.254 kasus.

SMAN 1Diliburkan

Seorang siswa kelas 10 di SMAN 1 Palangka Raya terkonfirmasi positif Covid-19. Pihak Tim Satgas Kecamatan Pahandut menyampaikan, sekolah tersebut diliburkan selama 7 hari kedepan.

Camat Pahandut Berlianto mengatakan, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk sementara ditiadakan guna mencegah transmisi lokal dan penyebaran Covid-19 di sekolah. Libur sementara ini mengacu pada SKB 4 menteri.

“Sudah diswab semua 40 orang siswa yang satu kelas bersama siswa yang terkonfirmasi positif. Guru-guru juga semuanya sudah diswab. Semua ruangan kelas juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan oleh Tim Satgas Covid-19 Kota. Sekolah itu diliburkan sampai 11 Februari nanti,” kata Berlianto saat dikonfirmasi, Jumat (4/2).

Kronologisnya, lanjut Berlianto, berdasarkan surat antigen dari Klinik Permata Hati swab dilakukan kepada yang bersangkutan pada Kamis, 3 Februari 2022.

“Kemudian dari pihak kesiswaan menyampaikan hal tersebut kepada kepala sekolah, kemudian kepala sekolah menyampaikan ke seluruh siswa untuk pulang. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan full sistem daring. Mudah-mudahan nanti hasil swab warga sekolah bisa negatif sehingga nantinya pelaksanaan kegiatan sekolah di SMAN 1 bisa berlangsung,” tambah Berlianto.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Palangka Raya H Arbusin membenarkan adanya kasus siswa konfirmasi positif Covid-19 di lingkungan sekolahnya. Siswa tersebut beberapa waktu lalu telah izin tidak masuk sekolah karena sakit tipes, dan oleh orang tuanya dibawa ke RS Betang Pambelum untuk mendapatkan perawatan.

“Ada atau tidaknya penyebaran di sekolah saya tidak tahu, karena memang anak ini ada ke sekolah satu kali. Itupun tidak lama, hanya sampai jam 9 dia sudah pulang duluan karena sakit tipes tadi,” ungkap Arbusin.

Riani, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan,menambahkan, usai diketahui salah satu siswanya terkonfirmasi positif Covid-19, pihak sekolah segera mengambil tindakan dengan meliburkan para siswa. Kemudian, pihak sekolah segera melaporkan hal tersebut kepada Tim Satgas Kota dan memohon perbantuan testing kepada Puskesmas Marina Permai dan Klinik K24 untuk dilakukan swab pada seluruh siswa yang sekelas dengan siswa pertama yang positif dan seluruh guru.

“Untuk guru, tidak ada yang positif Covid-19. Tapi dari 40 siswa kelas 10 yang sekelas dengan siswa itu, 4 diantaranya ternyata positif. 3 dari pemeriksaan swab di sekolah dan 1 dari hasil pemeriksaan mandiri. Jadi ada 5 siswa kita yang positif Covid-19. Sekarang diambil kebijakan untuk meliburkan siswa sambil menunggu arahan dari pimpinan dan Dinas Pendidikan,” pungkas Riani.

Adapun dalam SKB 4 Menteri tertanggal 21 Desember 2021 dengan Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/6678/2021, dan Nomor 443-5847 Tahun 2021, pelaksanaan PTM dapat dihentikan jika telah terjadi klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan tersebut.

Selain itu, PTM dapat dihentikan apabila angka positivity rate hasil surveilans epidemiologis sebesar 5 persen atau lebih dan warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi hitam pada aplikasi PeduliLindungi sebanyak 5 persen atau lebih. PTM terbatas hanya dihentikan pada kelompok belajar yang terdapat kasus konfirmasi selama 5×24 jam. rgb/dor/ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.