Ekobis  

Panin Bank Turut Percepat Geliat Ekonomi Kalteng

Kepala KCU Panin Bank Palangka Raya Stephen Limantara

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Panin Bank, salah satu lembaga keuangan swasta di Indonesia, tengah berekspansi di wilayah Kalimantan Tengah.Kedepannya, dalam pengembangannya, Panin Bank akan merambah setiap kabupaten dan kota di Kalteng.

Saat ini, respon terhadap keberadaan Panin Bank dinilai cukup positif. Bahkan baru beroperasi 3 bulan di Kalteng, Panin Bank telah memiliki 300 nasabah.

“Sementara ini yang akan diprospek adalah Sampit dan Pangkalan Bun,” beber Kepala Cabang Utama Panin Bank Palangka Raya, Stephen Limantara kepada Tabengan di ruang kerjanya, Jumat (4/2)

Stephen menyebutkan, dengan eksistensi Panin Bank di Kalteng, khususnya Palangka Raya, diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi percepatan ekonomi di Kalteng.

“Kalteng merupakan wilayah yang luas, tetapi dapat dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi tidak secepat daerah lain. Semoga keberadaan Panin Bank, dapat menjadi bagian dalam pertumbuhan ekonomi Kalteng yang lebih baik,” imbuhnya.

Stephen menambahkan, saat ini Panin Bank sedang menjajaki kerjasama dengan developer KPR, sebagai bentuk dukungan terhadap program rumah murah bagi masyarakat.

Berikut sekilas tentang PT Bank Pan Indonesia Tbk atau PaninBank. Didirikan dari penggabungan usaha Bank Kemakmuran, Bank Industri Djaja dan Bank Industri dan Dagang Indonesia pada 1971 dengan Akte No. 85 dibuat dihadapan Julian Nimrod Siregar gelar Mangaradja Namora S.H., Notaris di Jakarta.

Selanjutnya, PaninBank melakukan penggabungan usaha dengan 4 bank swasta, yaitu PT Bank Lingga Harta, Bank Abadi Djaja, Bank Pembangunan Ekonomi dan Bank Pembangunan Sulawesi.

Tahun 1982 merupakan tonggak penting dalam sejarah PaninBank karena pada tahun itu, perusahaan melakukan penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia.

Aksi korporasi itu menjadikan PaninBank sebagai bank pertama di Indonesia yang melantai di bursa saham dengan Kode PNBN.

PaninBank dapat terus tumbuh dan memantapkan operasionalnya meskipun diterpa oleh berbagai macam situasi perekonomian, salah satunya ialah saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1998. PaninBank menjadi satu-satunya bank 10 besar yang masuk ke dalam kategori “A” sehingga tidak wajib mengikuti program rekapitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah.dsn

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.