HUKUM  

Gadis Katingan Korban Pembakaran Club Double O Dimakamkan di Katingan

ISTIMEWA TEWAS - Melanie Safitri (23). Gadis asal Desa Samba Katung, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan itu turut menjadi korban pembakaran yang terjadi di Club Double O Klawuyuk, Sorong Timur, Papua Barat

*Rencana Maret Nikah di Kampung Halaman

KASONGAN/TABENGAN.COM Nasib tragis menimpa Melanie Safitri (23). Gadis asal Desa Samba Katung, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan itu turut menjadi korban pembakaran yang terjadi di Club Double O Klawuyuk, Sorong Timur, Papua Barat. Dia salah satu dari 19 korban tewas.

Kabar kematian Melanie tentu saja mengejutkan dan sangat menyedihkan sanak keluarga di kampung halaman. Jenazah Melanie kemudian diterbangkan dari Bandara Dominique Edward Osok Sorong Timur pada Selasa (1/2/2022).

Jasad korban tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya pada pukul 17.00 WIB. Kemudian  langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Samba Katung. Oleh pihak keluarga, jenazahnya dimakamkan di TPU Desa Samba Katung, Rabu (2/2/2022) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo SIK membenarkan bahwa korban atas nama Melanie Safitri telah dimakamkan dan Melanie merupakan korban pembakaran Club Double O di Klawuyuk, Sorong Timur, Papua Barat.

Menurut Sonny, korban Melanie diketahui berencana akan pulang ke Kalteng pada Maret mendatang untuk mengadakan acara pernikahan dengan kekasihnya. Namun, korban yang bekerja sebagai vokalis di sebuah Band Rock Volition Band yang bernaung di bawah manajemen Club Double O, mengalami nasib nahas.

Dijelaskan Sonny, sebelumnya korban Melanie pada saat penyerangan tersebut sempat menghubungi tunangannya dan menceritakan situasi pada saat kejadian. Dari cerita korban via telepon, di depan Club Double O sudah rusuh, sehingga karyawan perempuan disuruh naik ke lantai 2 dan diamankan dalam sebuah room.

“Di dalam room tersebut masuk kepulan asap, dan tidak lama asapnya sudah tebal. Pada saat korban ingin keluar untuk mengamankan diri, ternyata saat pintu dibuka tangga sudah dalam keadaan terbakar, dan HP terdengar terjatuh namun tetap terhubung, dan terdengar suara-suara batuk dan teriakan api.. api…,” ungkap Sonny.

Sonny menerangkan, korban ditemukan dalam sebuah room lantai 2 Club Double O sebanyak 19 jenazah, termasuk korban. Sedangkan korban Melanie Safitri sempat berkuliah di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dan kesehariannya sering bermain futsal dan bernyanyi.

“Berawal dari menjadi seorang singer atau penyanyi di club malam yang ada di Kota Cantik Palangka Raya, bakat yang dimiliki Melanie Safitri membuatnya diajak menyanyi di club malam di Kalbar, kemudian pindah ke Balikpapan, Lombok, Batam dan terakhir Kota Sorong,” paparnya. c-sus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.