HUKUM  

ULTIMATUM MADN-Polri Segera Tangkap Edy Mulyadi Cs

Istimewa TANGKAP EDY- H Agustiar Sabran, Ary Egahny S Bahat, Rahmat Nasution Hamka, Mambang I Tubil, Bambang Irawan saat bertemu dengan Komis III DPRD RI, Kamis (27/1)

Agustiar Sabran: Gelar Sidang Adat, Jangan Ada lagi Ujaran Kebencian

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COMР Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) meminta aparat kepolisian mengambil langkah tegas terhadap Edy Mulyadi Cs, yang telah menghina Kalimantan. MADN juga memastikan, menghargai proses hukum terhadap Edy Mulyadi Cs.

“Yang pasti, kami menghormati dan menghargai proses hukum. Dan Presiden MADN berpesan agar mengedepankan hukum dan kita akan ikuti koridor hukum,” kata Wapres Bidang Eksternal MADN Rahmat Nasution Hamka atau RNH, Kamis (27/1).

Namun demikian, pria yang akrab disapa Abah Anum di kalangan masyarakat Dayak ini meminta dengan tegas agar aparat bertindak cepat dalam menangani kasus Edy Mulyadi Cs.

“Kami meminta keseriusan kepolisian menanganani kasus ini. Jangan sampai masyarakat Kalimantan hilang kesabaran. Selama ini kami sudah bersabar dan harus diketahui, kami tidak pernah meminta dan tidak pernah mengemis pemindahan ibu kota. Tetapi ini adalah kebutuhan negara agar pindah ke Kalimantan,” tegasnya.

RNH juga meminta jangan sampai ada ketidakseriusan dalam penanganan kasus Edy Mulyadi CS. “Kami tunggu. Karena kami sudah sampaikan kepada Mantir Adat, Damang dan Temanggung agar meredam semua masyarakat dan percayakan kepada MADN,” tandasnya.

Rahmat menyampaikan, ultimatum 3×24 jam salah satu poin yang dibacakan oleh Wapres Bidang Internal MADN, pernyataan sikap secara lengkap yang ditandatangani langsung oleh Presiden dan Sekjend MADN. Hal ini diberikan agar penanganan penghinaan oleh Edy Mumyadi Cs ditangani dengan serius oleh aparat kepolisian.

“Kami meminta sebelum batas waktu yang diberikan Edy Mulyadi Cs dapat ditangani. Ini penting agar kasus ini tidak terulang dan masyarakat percaya kepada hukum,” pungkasnya.

Usai pernyataan sikap dari MADN kemarin, lembaga tersebut cepat dan sigap bergerak dalam menindaklanjuti kasus ujaran kebencian Edy Mulyadi Cs terhadap masyarakat Kalimantan.

Pelaporan secara hukum positif dilakukan jajaran MADN yang merupakan perwakilan dari seluruh Kalimantan kepada Bareskrim Polri. Menurut Perwakilan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng Mambang Tubil, pihaknya sudah melaporkan persoalan tersebut langsung ke Bareskrim.

“Dari informasi di Bareskrim, status untuk Edy Mulyadi sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan. Artinya tidak beberapa waktu lagi, yang bersangkutan akan dipanggil kepolisian dan mendapatkan status tersangka,” ujarnya kepada Tabengan via telepon, Kamis (27/1).

Tidak hanya ke Bareskrim, jajaran MADN juga mendatangi DPR RI dalam menyampaikan poin-poin terkait pernyataan sikap terhadap ujaran kebencian Edy Mulyadi Cs. Hasilnya, jajaran DPR RI berkomitmen akan mengawal kasus tersebut baik soal proses hukum positif, hingga nanti dilakukannya sidang secara hukum adat.

Dalam pertemuan itu, hadir juga Ketua Umum DAD Kalteng Agustiar Sabran, yang merupakan Anggota DPR RI Dapil Kalteng.

“Kasus ini akan kita kawal hingga sampai nanti sidang adat. Hukum adat ini penting kita tegakkan dan kita junjung tinggi, karena sudah berkaitan dengan masyarakat kita di Kalimantan,” ujar Agustiar dalam pertemuan tersebut.

Dia juga menilai perlunya ketegasan terkait persoalan adat sangatlah penting dan perlu ditegakkan. Tujuannya agar hal semacam ujaran kebencian, penghinaan atau yang bersifat seperti itu tidak terulang lagi. Menyangkut itu dirinya berharap masyarakat Kalimantan khususnya di Kalteng bisa menahan diri serta tidak terprovokasi dengan hal-hal negatif di lapangan.

“Kita percayakan kasus ini kepada kepolisian dan kita kawal juga persoalan ini sampai ke sidang adat nanti. Yang pasti masyarakat tetap bersatu padu dalam kedamaian dan tidak terprovokasi dengan isu-isu negatif di lapangan,” pungkasnya. drn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.