Ekobis  

Panic Buying, Warga Berburu Minyak Goreng

TABENGAN/DANIEL SUSANTO DIBATASI- Pembelian minyak goreng berbagai merk mulai dibatasi di sejumlah mini market di Palangka Raya, Kamis (20/1).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Diberlakukannya kebijakan terkait harga minyak goreng satu harga Rp14.000 per liter oleh Presiden RI Joko Widodo sejak Rabu (19/1), disambut warga dengan antusias. Namun dengan begitu terjadi panic buying di beberapa minimarket yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya dan Kota Sampit.

Dalam pantauan, sejak Rabu (19/1) pagi hingga malam hari, warga dari segala tempat di Palangka Raya terlihat “berburu” minyak goreng.

H, pegawai Indomaret Kinibalu, membenarkan terjadinya panic buying tersebut. Disebutkannya, Indomart Jalan Kinibalu banyak didatangi warga untuk hanya membeli minyak goreng.

“Banyak dan ramai banget, pelanggan tetap dan pelanggan baru juga banyak datang membeli. Kita mengharapkan, jangan terlalu panik, masih banyak stok,” bebernya, Kamis (20/1).
Hal tersebut juga dibenarkan oleh RG, pegawai Indomaret lainnya. Dikatakannya, sejak banyak orang yang membeli minyak goreng, karenanya pembeliannya dibatasi, diperbolehkan hanya membeli 1 buah se-ukuran 1 kg.

“Kemarin pagi sampai malam (Rabu) warga serbu minyak goreng. Ada juga orangnya itu-itu aja, dan malam datang lagi,” bebernya.

Hal serupa juga terjadi di minimarket Alfamart. Seorang pegawai yang tidak menyebutkan nama mengatakan, sepertinya hampir semua orang mencari minyak goreng. Dirinya berharap warga memiliki kesadaran untuk tidak menimbun, agar warga yang lain juga kebagian.
“Maksimal 1 orang 1 bungkus minyak saja. Harapannya, masyarakat dapat tertib, supaya merata,” ujarnya.

Mama Deny, warga Palangka Raya, mengaku menyambut baik kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait. Dirasakannya hal tersebut sangat membantu ibu rumah tangga yang sehari-hari memasak untuk keperluan keluarga.

“Minyak goreng 1 harga Rp14.000 sangat membantu, khususnya para ibu rumah tangga. Harapannya bisa lebih turun lagi,” ujarnya.

TABENGAN/MAYA SELVIANI
TURUN HARGA- Karyawan salah satu ritel saat menyusun minyak goreng berbagai kemasan di rak penjualan.

Serbu Toko Ritel

Sementara di Sampit, Kotawaringin Timur, sejumlah toko ritel langsung diserbu oleh warga yang ingin membeli minyak goreng dengan harga lebih terjangkau.

Seperti yang terpantau Kamis (20/1), sejumlah warga yang didominasi oleh kalangan ibu-ibu menyerbu hampir semua toko ritel modern yang ada di Kota Sampit. Alhasil, sejumlah rak tempat minyak goreng menjadi kosong karena diborong oleh masyarakat.

Dwi, salah satu pegawai toko ritel di Kota Sampit, mengatakan, jika sejak diberlakukannya minyak goreng satu harga memang penjualan minyak goreng terjadi peningkatan cukup tinggi. Untuk mengantisipasi antusias pembeli, pihaknya menerapkan beberapa aturan.

“Jadi kami tetapkan aturan, jika hanya pembelian minyak goreng dengan kapasitas 2 liter hanya boleh dalam 1 struk saja, kalau yang 1 liter bisa beli 2 pcs,” ujarnya, Kamis.

Diakuinya hingga saat ini stok untuk minyak goreng di tokonya sudah habis. Diperkirakan stok minyak goreng kembali tersedia pada Jumat (21/1).

Novi (28), salah satu pembeli, mengaku kecewa karena tidak kebagian minyak goreng di tempat tersebut.

“Padahal tadi pagi saya sudah mendapat informasi kalau masih ada, ini baru beranjak siang minyak gorengnya sudah ludes,” keluhnya. dsn/c-may

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.