Ekobis  

OJK Ingatkan Masyarakat Waspada Berinvestasi

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) Otto Fitriandy

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) Otto Fitriandy kembali mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan berbagai jenis usaha investasi.

Otto mengatakan, dengan maraknya tawaran investasi, masyarakat hendaknya selalu waspada agar terhindar dari kerugian yang disebabkan tawaran investasi bodong.

Sebelum menerima tawaran investasi, ujar Otto, ada baiknya cek terlebih dahulu 2L (legal dan logis). Terlebih lagi apabila mendapat tawaran investasi dengan iming-iming imbalan hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar, masyarakat sebagai pemilik dana diharuskan bersikap kritis untuk memastikan investasi dimaksud legal dan aman.

Lebih lanjut Otto menjelaskan, investasi perdagangan aset kripto pengawasannya bukan pada kewenangan OJK.

“Perdagangan aset kripto bukan merupakan produk atau aktivitas lembaga jasa keuangan, sehingga tidak diawasi oleh OJK. Perdagangan aset kripto merupakan komoditi, sehingga kewenangan pengawasannya ada di Bappebti,” bebernya, Rabu (19/1).

Otto menambahkan, sehubungan dengan terjadinya kasus investasi bodong di Kalteng, Satgas Waspada Investasi (SWI) meminta kepada masyarakat agar lebih hati-hati dalam menerima penawaran investasi ilegal, khususnya penawaran aset kripto yang saat ini sedang marak.

Terkait dengan penawaran dari pedagang aset kripto dapat dicek terlebih dahulu apakah telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

Disampaikannya pula, pada Desember 2021, SWI menghentikan 9 kegiatan usaha yang diduga melaksanakan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas berwenang. Sembilan entitas dimaksud, sebanyak 6 kegiatan usaha yang diduga money game dan 3 kegiatan Robot Trading tanpa izin.

Sebelum melakukan investasi, masyarakat agar memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Memastikan pihak yang menawarkan produk investasi memiliki izin dalam
menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

Kemudian, memastikan terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dibutuhkan peran dari semua pihak, termasuk masyarakat untuk dapat memberantas praktik-praktik investasi ilegal. Salah satunya dengan tidak tergiur tawaran investasi dengan iming-ming imbal hasil yang tinggi dengan risiko rendah, karena hal tersebut bertentangan dengan prinsip dasar investasi high risk, high return.

Masyarakat yang butuh berinvestasi diharapkan dapat berinvestasi di instrumen legal atau telah terdaftar/berizin di otoritas berwenang. Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Untuk informasi mengenai aset kripto bisa dilihat pada website www.bappebti.go.id, sedangkan pengaduan terkait aset kripto bisa diakses pada www.pengaduan.bappebti.go.id.
Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat konsultasi terlebih dahulu atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157 melalui WhatsApp di 081157157157 dan/atau email ke konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Otto juga sedikit menyingung terkait NFT (non fungible token) yang sedang viral. NFT merupakan aset digital yang diperjualbelikan secara digital, sama halnya perdagangan barang pada umumnya, namun transaksinya biasanya menggunakan mata uang digital.

“NFT adalah semacam token yang tak dapat ditukarkan, yang biasanya ditemukan di blockchain. Blockchain sendiri adalah sebuah teknologi yang digunakan sebagai sistem penyimpanan data digital yang terhubung melalui kriptografi,” jelasnya. dsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.