Hukrim  

Oknum Guru SMP Ditangkap Bisnis Sabu 

TABENGAN/PRASGIANTORO DIBEKUK- DS, oknum guru di Sampit yang nyambi jadi pengedar sabu.

SAMPIT/TABENGAN.COM– Guru harusnya menjadi contoh yang baik bagi muridnya. Namun, beda halnya dengan kasus yang terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini. Seorang oknum guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) malah terjerat kasus narkoba.

Guru SMP Negeri berinisial DS (47) ditangkap aparat kepolisian di pinggir Jalan DI Pandjaitan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pada Senin (17/1) lalu, bersama dengan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 33,55 gram yang didapat dari hasil penggeledahan petugas.

“Pelaku kami bekuk ketika hendak melakukan transaksi di pinggir jalan. Kemudian digeledah, ditemukan 7 plastik klip berisikan sabu dibalut dengan satu lembar sobekan plastik warna hitam yang diletakkan di tanah,” terang Kasat Narkoba Polres Kotim AKP Syaifullah, Selasa (18/1).

Selain sabu, aparat juga menemukan barang bukti lain berupa sobekan plastik hitam dan satu unit handphone milik DS, yang diduga kuat dijadikan alat komunikasi kepada lingkaran jaringannya.

Dijelaskan Syaifullah, kasus ini bisa terungkap berkat laporan dari masyarakat. Sementara berdasarkan hasil dari interogasi, DS mengaku berprofesi sebagai seorang guru SMP Negeri di Kecamatan Cempaga, berstatus PNS.

“Kepada kami, DS mengatakan bahwa dia menggeluti bisnis haram ini karena melanjutkan bisnis almarhum suaminya. Sekarang DS telah kami tahan, bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, DS dikenakan Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 112 ayat (2), Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. c-prs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.