Hukrim  

Investasi Bodong Dilapor ke Polda 

TABENGAN/FERRY WAHYUDI MELAPOR- Korban investasi bodong ketika melapor ke Ditreskrimsus Polda Kalteng, Senin (17/1). 

*Kerugian Capai Rp2,1 Miliar

*23 Korban dari RVD Quantum dan Treat Doge Profit (TDP)

PALANGKA RAYA– Sebanyak 23 member dari RVD Quantum dan Treat Doge Profit (TDP) melaporkan diri ke Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah, Senin (17/1) pagi. Laporan dilayangkan setelah para anggota merasa menjadi korban investasi bodong.

Laporan merupakan dampak dari terhentinya pembayaran keuntungan atau profit  yang diterima setiap minggu atau per bulan tiba-tiba berhenti di Oktober 2021 karena alasan perbaikan (maintenance).

“Saat ini yang melaporkan ada 23 member dengan total kerugian mencapai Rp2,1 miliar,” ucap Parlin Hutabarat, kuasa hukum para korban.

Dalam laporan kali ini, lanjut Parlin, pihaknya melaporkan Pjn Vito Siagian dan Bella Cicilia selaku individu yang melakukan penawaran dan sosialisasi terkait investasi tersebut. Kemudian juga melaporkan PT Toward Research Busines dan Entitas Indonesia Crypto Exchange (ICE).

“Kita melaporkan modus-modusnya dengan iming-iming profit, reward dan beberapa aplikasi yang digunakan. Harapan kami laporan korban ini segera ditindaklanjuti agar menjadi perhatian tidak terjadi lagi korban berikutnya,” ujarnya.

Adapun korbannya tersebar di beberapa kabupaten di Kalteng, mulai dari Kabupaten Kapuas, Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur dan Gunung Mas. Korban terdiri dari seluruh elemen masyarakat, baik wiraswasta, karyawan dan sebagainya.

“Hingga saat ini website yang dilaporkan sudah tidak bisa diakses. Mereka ini tertarik karena ada iming-iming. Bahkan mereka juga membuat testimoni terkait investasi ini dan meyakini jika investasi ini aman,” tuturnya.

Sementara, Maret, salah satu korban mengatakan, akibat investasi itu ia merugi hingga ratusan juta. Untuk investasi TDP ia menaruh modal hingga Rp400 juta dan untuk RVD Quantum sebesar Rp8 juta.

Modal Rp400 juta di investasi TDP memiliki 3 paket, yakni Rp50 juta, Rp200 juta dan Rp50 juta.

“Kalau yang dijanjikan itu 5 persen per minggu selama 24 minggu. Tetapi nanti ada potongan administrasi satu kali di minggu ke-23.  Jadi, kalau saya hitung seharusnya di minggu ke-25 setiap paket itu modalnya sudah balik. Tetapi ternyata di minggu kedua bulan Oktober 2021, semuanya macet,” ungkapnya.

Maret mengaku ikut investasi tersebut pada Februari 2021. Saat itu ia sempat menanyakan ketika ada pertemuan Quantum bahwa investasi ini legal atau tidak. Di pertemuan tersebut, terduga pelaku Bella dan Vito Siagian menjawab investasi ini aman dan dilindungi OJK.

“Sistem rekrutnya cuma dari teman-teman, keluarga ke keluarga. Jadi kita sendiri kan otomatis percaya,” jelasnya.

Senada, Suriati Indriani, salah satu korban mengaku sempat menambahkan investasinya menjadi total 2 akun karena percaya profit yang diraih setiap minggu berjalan lancar.

“Saya bahkan memakai uang pensiun dan BPJS Ketenagakerjaan dari suami saya. Tabungan anak juga saya pakai, dengan harapan dapat memperbaiki ekonomi kami,” tutupnya. fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.