Hukrim  

Berdalih Diperas Polisi, Andrivo Justru Peras Pacarnya

ilustrasi/net
PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Andrivo terpaksa menerima vonis penjara selama 2,5 tahun dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palangka Raya, Senin (17/1). “Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipua,” tegas Majelis Hakim. Andrivo terbukti memeras korban berinisial Mer dengan cara meminta uang agar video hubungan intim mereka tidak diproses oleh pihak kepolisian.  Korban akhirnya terpaksa memberikan uang Rp32 juta yang kemudian digunakan Andrivo untuk berlibur ke Bali dan bermain judi online.
Perkara bermula ketika Andrivo yang berpacaran dengan korban mengarang cerita bahwa dia merupakan pelaksana proyek pengadaan AC di kampus Universitas Palangka Raya. Korban akhirnya mau diajak bekerja sama dan memberikan modal Rp7 juta. Mereka pernah melakukan hubungan badan di sebuah hotel dan Andrivo kembali menawarkan kerja sama dan meminta uang Rp13 juta namun hanya diberikan Rp700.000,- oleh korban.
Pasa tanggal 29 Mei 2021, Andrivo kembali berulah usai berhubungan intim dengan mengatakan bahwa mereka pernah direkam oleh temannya. Supaya tidak dilaporkan ke Polisi, mereka harus membayar. Namun korban kali ini menolak memberikan uang.
Esok harinya Andrivo berpura-pura sedang diperiksa di Polresta Palangka Raya karena kasus video mesum mereka dan meminta korban membayar agar Polisi tidak melanjutkan proses hukum. Korban terpaksa mengirimkan uang Rp6,2 juta. Setelah itu berulang-ulang Andrivo meminta uang dengan alasan untuk diberikan kepada pihak kepolisian. Ada pula dengan ancaman minta uang agar video tidak disebarkan pada keluarga korban.
Akhirnya korban yang telah menderita kerugian Rp32 juta tidak tahan lagi dan melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Ternyata terungkap bahwa Andrivo hanya memeras korban untuk kepentingannya sendiri. Polisi akhirnya berhasil melacak Andrivo dan menangkapnya di kost Jalan Suli Gang Dukuh Kelurahan Kuta Kecamatan Kuta Provinsi Bali. Dalam persidangan, Andrivo terjerat ancaman pidana dalam Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan. dre

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.