Jaga Moralitas Pansel dan Calon Sekda Kalteng

Praktisi hukum Parlin Bayu Hutabarat SH MH

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Saat berlangsung seleksi terbuka atau lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah, praktisi hukum Parlin Bayu Hutabarat SH MH berpendapat kandidat dan Panitia Seleksi (Pansel) jangan hanya berpegang pada kemampuan intelektual.

“Ketentuan PermenPANRB No 15 Tahun 2019 angka II juga memuat syarat calon memiliki moralitas yang baik,” kata Parlin kepada Tabengan, Minggu (16/1).

Dia menyoroti ada kandidat yang merupakan terpidana karena pernah terjerat perkara bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Moralitas adalah kesesuaian sikap dan perbuatan manusia dengan norma atau batiniah yang bertujuan mencapai kebaikan tertinggi. Maka, tidak mungkin tercapai kebaikan bilamana diawali tindakan yang immoralitas.

Mengacu pada PermenPANRB No 15 Tahun 2019 angka II, bila terdapat syarat administrasi calon peserta tidak pernah menjadi terpidana atau sedang berhadapan dengan masalah hukum, syarat ini merupakan tolok ukur untuk menilai moralitas seseorang baik atau tidak.

“Maka, penting bagi Pansel untuk dapat melakukan evaluasi atau penelusuran rekam jejak calon, bilamana diperoleh informasi ada calon yang pernah menjadi terpidana,” kata Parlin.

Dia berharap calon yang pernah menjadi terpidana bertanggung jawab secara moral dengan harus jujur menyatakan diri pernah menjadi terpidana.
Parlin menyatakan, tidak etis atau immoralitas bila ada calon yang tidak jujur terhadap riwayat hidupnya dan menjadi semakin tidak etis bila calon yang pernah menjadi terpidana dan tidak jujur tetap dipilih Pansel untuk melanjutkan proses seleksi menjadi pejabat. Apalagi jabatan tersebut adalah Sekda Provinsi Kalteng yang merupakan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya.

“Bagaimana bisa mewujudkan pemerintah yang bersih atau clean government bilamana terdapat pejabat yang tidak jujur dan tidak bersih atau pernah menjadi terpidana,” pungkas Parlin. dre

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.