Diterkam Buaya, Pekerja Bansaw Hilang

ILUSTRASI/NET

* Warga Desa Panarung Resah Diteror Buaya 1,5 M

PULANG PISAU/TABENGAN.COM – Buaya Sebangau, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) kembali meneror warga. Seorang pekerja bansaw berusia lebih kurang 40 tahun diterkam buaya, Kamis 13 Januari 2022 sekitar pukul 15.30 Wib.

Peristiwa naas ini terjadi di lokasi yang sama dimana sebelumnya warga Desa Paduran Sebangau juga dimangsa buaya, dan ditemukan bagian tubuh korban, yakni kaki sebelah dengan 32 gigitan.

Dikonformasi media ini, Camat Sebangau Kuala Sugianto, Kamis (13/01/2022) membenarkan, dimana seorang pekerja banshaw diduga diterkam buaya di lokasi yang sama pada tahun 2021 lalu.

“Untuk kronologisnya kita belum tahu persis, sebab korban itu bukan warga Paduran Sebangau. Dan korban itu adalah pekerja bandsaw, yang katanya dua orang di atas dan dua orang lagi di air, dan seperti itu yang di informasikan ke saya,” tutur Camat, seraya membenarkan peristiwa tersebut.

Peristiwa tersebut, kata Camat, terjadi sekitar muara sampang, dan lokasi tersebut merupakan tempat yang sama serangan buaya tahun lalu. Sampai hari ini korban masih belum ditemukan, dan akibat terkendala cuaca hujan serta sudah sore hari, tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian korban.

“Memang beberapa hari yang lalu, warga kita dari Desa Hambawang menggunakan kelotok sempat menabrak buaya pak. Dan ada warga yang mengambil paket sembako, juga sempat melihat buaya berjemur disekitar lokasi itu,” tukasnya.

Lanjut Camat, akhir-akhir ini memang buaya cukup sering menampakan diri, dan untuk besok hari, Jumat 14 januari 2022 pihaknya akan melakukan penyisiran, bersama BPBD, Kepala Desa Paduran Sebangau dan masyarakat akan melakukan penyisiran di lokasi yang sama.

Resahkan Warga Panarung, Kapuas

Penampakan buaya 2 hari berturut-turut juga terlihat pada Senin-Selasa (10-11/1), di lokasi cetak sawah sekitar Handil Makmur dekat permukiman, meresahkan warga Desa Panarung, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas.

Mantan Kepala Desa Panarung Firman mengatakan, keberadaan buaya ini membuat warga heran, sebab selama ini tidak pernah ada buaya yang masuk ke wilayah mereka. Apalagi melihat dari ukurannya yang sekitar 1,5 meter, tentu membahayakan.

“Kami berharap kehadiran buaya ini dapat ditanggapi oleh pihak terkait. Setidaknya dapat diamankan atau ditangkap, sehingga tidak membuat resah warga yang akan melakukan aktivitas di kebun atau sawah mereka. Jarak kemunculan buaya hanya 300 meter dari permukiman desa kami, takutnya buaya tersebut malah masuk ke desa,” kata Firman, Kamis (13/1).

Menurut Firman, walaupun sudah dilaporkan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda petugas ataupun pihak-pihak terkait yang datang dan memeriksa untuk mencari keberadaan buaya tersebut guna diamankan.c-yul/c-mye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.