Hukrim  

Hukum Berat Pelaku Pencabulan!

Bupati Katingan Sakariyas

KASONGAN/TABENGAN.COMKasus pemerkosaan atau pencabulan sering terjadi di wilayah Kabupaten Katingan. Bahkan, pelakunya juga terdapat orang tua korban sehingga membuat Bupati Katingan Sakariyas sangat geram.

“Saya mendengar kasus pencabulan atau pemerkosaan di Katingan ini sering terjadi, apalagi pelakunya juga terlibat orang tua korban. Saat mendengar kasus pemerkosaan ini saya sudah geram, apalagi ada orang tuanya ikut mencabuli anaknya walaupun itu ayah tirinya. Untuk itu, saya minta agar pelaku baik orang tua maupun pelaku lainnya agar dihukum seberat-beratnya,” kata Sakariyas, Rabu (12/1/2022).

Bupati menegaskan, akibat perbuatan seperti itu masa depan anak akan hancur. Harus ada bimbingan kepada anak selaku korban karena masih di bawah umur.

Dijelaskannya, dalam perkawinan, usia baik perempuan maupun laki-laki sudah diatur dalam undang-undang, sehingga sudah jelas batas usia untuk anak dapat menikah. Apalagi ini anak masih di bawah umur, baru usia 6-9 tahun sudah diperkosa atau digauli.

“Mendengar adanya anak diperkosa oleh 6 orang, termasuk ayahnya dengan waktu yang tidak bersamaan, perilaku masyarakat yang seperti ini saya meminta orang tua korban dihukum seberat-beratnya, termasuk pelaku lainnya,” ucapnya lagi.

Sebelumnya diberitakan, sebuah desa di Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan terjadi kasus pencabulan anak di bawah umur dengan 6 orang pelaku, termasuk ayah tiri korban.  Korban yang baru berusia 8 tahun masih trauma, sedangkan ke-6 pelaku sudah diamankan Polres Katingan untuk diproses lebih lanjut.

Pencabulan terhadap korban sudah berlangsung kurang lebih satu bulan dan terungkap pada Senin (10/1) atas laporan dari keluarga korban. Para pelaku salah satunya masih pelajar, DEN (14), sedangkan REN (16) dan SUM (18) belum bekerja, ARD (45) dan IGN (50) swasta, dan JK (38) ayah tiri korban. c-sus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.