DPRD Dukung  Pendapatan Daerah 2022 Capai Rp 1,4 T

Ketua DPRD Kotim Rinie

SAMPIT/TABENGAN.COM-DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur( Kotim), mendukung upaya Pemerintah Daerah untuk dapat mencapai target pendapatan daerah di tahun 2022 yang diprediksi mencapai antara Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun.

Ketua DPRD Kotim Rinie mengatakan bahwa pihaknya optimis jika target itu dapat tercapai. Apalagi menurutnya, secara riil asumsi pendapatan tersebut diluar perkiraan dana alokasi khusus, dana insentif daerah dan dana alokasi umum serta perkiraan dana desa yang bersumber dari APBN.

“Kami yakin target ini bisa tercapai tentunya dengan kerja sama semua yang baik,” ucap Rinie, Minggu (9/1/2022).

Diungkapkannya, jika berdasarkan laporan dari Pemerintah Daerah setempat melalui Bupati Kotim Halikinnor, perkiraan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kotim tahun anggaran 2022 sebesar Rp1.472.671.934.600,- yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp247.214.693.000,-, pendapatan transfer sebesar Rp1.150.352.832.000,- serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp75.104.409.600,-. Kemudian untuk belanja sebesar Rp1.472.671.934.600,-. Perkiraan penerimaan pembiayaan sebesar Rp14.015.000.000,- perkiraan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp14.015.000.000,-.

Disamping itu, Rinie juga meminta agar penyusunan APBD harus menyesuaikan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan. Mengenai hal itu, menurut Rinie, harus memperhatikan beberapa prinsip dalam disiplin anggaran, salah satunya pendapatan yang direncanakan merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan.

“Sedangkan belanja yang dianggarkan merupakan batas tertinggi pengeluaran belanja,” ucapnya.

Dilanjutkannya penganggaran pengeluaran harus didukung dengan adanya kepastian tersedianya penerimaan dalam jumlah yang cukup dan tidak dibenarkan melaksanakan kegiatan yang belum tersedia atau tidak mencukupi kredit anggarannya dalam APBD. Kemudian semua penerimaan dan pengeluaran daerah dalam tahun anggaran yang bersangkutan harus dimasukkan dalam APBD dan dilakukan melalui rekening kas umum daerah. c-may

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.