RESES DI TELUK SAMPIT-Ingin Jadi Lumbung Pangan, Ini Saran Teras Narang

Senator Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang kembali melakukan reses. Kali ini, reses di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COMSenator Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang kembali melakukan reses. Kali ini, reses di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dengan dihadiri langsung Camat Teluk Sampit dan sejumlah kepala desa. Ada beberapa catatan dan masukan yang disampaikan dalam reses itu atas segala permintaan dan masukan peserta reses.

Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini mengatakan, sejumlah hal menjadi pembahasan menarik dalam reses.  Mulai dari masalah pendidikan, kesehatan, pertanian, sampai pada perikanan. Dari semua itu, ada 3 bidang yang memang perlu mendapatkan perhatian, yakni pertanian, perikanan dan pariwisata.

Berkenaan dengan masalah pertanian, Teras Narang menguraikan, apabila dapat dikembangkan dengan baik, dapat menjadi potensi bagi Kecamatan Teluk Sampit. Keinginan agar salah satu desa sebagai bagian dalam program lumbung pangan atau Food Estate, itu sebuah keputusan yang sangat baik sekali. Lahan seluas 9 ribu hektare yang diharapkan dapat menjadi lumbung padi.

“Kecamatan Teluk Sampit, saat saya menjabat, ada keinginan untuk mengembangkan pertanian dan perikanan, di samping potensi kelapa dalam yang sekarang ini sudah berjalan dengan baik. Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diharapkan dapat menjadi lumbung padi bagi wilayah sekitarnya, baik itu Kabupaten Seruyan maupun Katingan,” kata Teras, saat menyampaikan tanggapannya pada reses yang dilaksanakan via zoom meeting, Kamis (6/1).

Sejak 2009, jelas Teras, Kabupaten Kotim adalah daerah yang diproyeksikan menjadi lumbung pangan. Hanya saja, permasalahan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang terbatas. Namun, perlahan-lahan dibantu dan ada dukungan dari bupati kala itu mempunyai keinginan yang sama.

“Tolong disiapkan, kira-kira berapa lahan yang betul-betul siap, apabila kemudian meminta adanya program Food Estate atau lumbung pangan di Kecamatan Teluk Sampit. Berdasarkan data yang ada, akan dikomunikasikan dengan bupati, kemudian ditindaklanjuti ke Kementerian Pertanian. Pertanian menjadi salah satu program pemerintah pusat dalam mencapai lumbung pangan demi terciptanya kedaulatan pangan,” kata Teras.

Kembali, kata Teras, siapkan data terkait dengan lahan yang siap untuk program Food Estate. Potensi per hektare juga untuk dapat disampaikan, sekitar 4,3 ton per hektare. Potensi yang sekarang ini ada di Kecamatan Teluk Sampit dimungkinkan melebihi dari standar, 6-7 ton per hektare. Semua itu tentunya ditunjang dengan irigasi atau pengairan yang memadai.

Masalah perikanan, lanjut Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini, dilihat dari perkembangan, memerlukan konseptual dari hulu ke hilir. Ini menjadi tugas yang tidak mudah. Berdasarkan potensi, di samping perikanan laut dan darat, harus ada pendekatan secara teknokratis dan akademisi. Akademisi dapat membantu seperti apa pengembangan perikanan laut dan darat.

Apabila hanya menyediakan sarana dan prasarana, kata Teras, seperti kapal dan pelabuhan, tapi tidak mempunyai konseptual terkait dengan perikanan laut dan perikanan darat, maka sangat sulit menyampaikan konsepnya ke pemerintah pusat. Terlebih dengan adanya pembagian kewenangan dari batas garis pantai.

“Data harus disampaikan ke pemerintah pusat seperti potensi perikanan laut dan perikanan darat. Kemudian, apa saja perikanan laut yang memang diharapkan dan seperti apa perikanan darat berupa jenis ikan. Terakhir, kendala yang dihadapi para nelayan. Data-data ini sangat perlu disusun oleh pihak Kecamatan Teluk Sampit, sehingga dapat disampaikan secara jelas ke pemerintah pusat,” kata Teras lagi.

Nelayan Kalteng, harap Teras, memerlukan pendidikan dan pembinaan dalam menghadapi permasalahan yang ada. Ikan yang sudah ditangkap akan diberikan pemahaman seperti apa penyimpanannya, sehingga ikan ketika dijual masih dalam kondisi yang segar. Ilmu pengelolaan ikan ini sangat penting, yang hasilnya dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Kalteng, atau bahkan contoh bagi provinsi yang dekat dengan Kalteng yakni Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pengembangan pariwisata, Teras menceritakan, pernah satu waktu dilaksanakan kegiatan Pramuka di Pantai Ujung Pandaran. Ini menjadi salah satu pengembangan sektor pariwisata. ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.