Pemprov Evaluasi Tenaga Kontrak

Pj Sekda Kalteng H Nuryakin

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) rencananya akan melakukan evaluasi terhadap Tenaga Kontrak (Tekon) masing-masing SOPD lingkup provinsi. Pj Sekda Kalteng H Nuryakin menyebut, evaluasi diharapkan tuntas paling lambat Januari 2022.

“Evaluasi Tekon ini banyak faktor yang melatarbelakangi, seperti penyesuaian pendidikan terakhir tempat masing-masing bekerja hingga soal penilaian kinerja mereka. Untuk totalnya masih belum bisa dipastikan,” ujarnya di Palangka Raya, baru-baru ini.

Maka itu, lanjut Nuryakin, nantinya akan ada sebagian Tekon yang dinonaktifkan.  Selain itu, evaluasi juga didasari hasil pelaksanaan Inspeksi Mendadak (Sidak) beberapa waktu lalu, masih ada beberapa Tekon di sejumlah perangkat daerah tidak hadir. Bahkan, dari pelaksanaan di lapangan, ketidakhadiran Tekon itu belum ada diberikan sanksi oleh atasan terkait.

Seharusnya, tegas dia, Tekon yang tidak hadir tanpa keterangan wajib mendapat tindakan tegas, karena memang ada perjanjian kerjanya.

“Memang Tekon untuk saat ini masih diperlukan, namun kita mengacu pada kebijakan pemerintah pusat di 2023 mendatang, bukan lagi Tekon melainkan Pegawai Dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Intinya saat ini tekon ada penilaian, dan itu yang kita lihat,” ucapnya.

Utamanya adalah penyelesaian dari pihaknya menyangkut Tekon yang dinamakan PPPK karena memang sudah menjadi amanat dari pemerintah pusat. Nuryakin menegaskan, tidak ada Tekon dengan sebutan tenaga kontrak jaminan keluarga atau semacamnya, karena memang hanya PPPK-lah yang ada.

Nuryakin mencontohkan, seperti tenaga pengajar yang memang sudah ada seleksi PPPK. Maka untuk Tekon ini masih belum ada tindak lanjut itu, sehingga saat inilah dilaksanakan evaluasi. Pria murah senyum itu juga menjelaskan, yang perlu diperhatikan dan dipahami, konsep perjanjian kerja Tekon sendiri adalah sejak 1 Januari-31 Desember.

Namun, ada Tekon-tekon pengecualian yang tidak dinonaktifkan, seperti bidang tenaga kebersihan atau cleaning service hingga tenaga pengamanan (layanan di rumah jabatan atau lainnya). Tapi, evaluasinya tetap masuk karena belum tentu  dilanjutkan atau tidak. Penilaiannya nanti berdasar pada hitungan kehadiran untuk nilai Tekon terkait. drn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.