Surat Terbuka buat Bapak Wali Kota dan Kapolresta Palangka Raya

Kepala Peliputan Berita Lokal Liputan 6 SCTV Kalimantan Tengah Sadagori Henoch Binti

Selaku Jurnalis asli suku Dayak, saya sangat sedih dan kecewa, karena diduga ada pembiaran yang bisa berdampak rusaknya anak muda/generasi penerus ketika dibiarkan meramaikan dan diduga mengonsumsi minuman keras  di tempat hiburan malam (THM) di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 2.5, yang diduga sering melanggar aturan. Bahkan THM tersebut pernah disanksi denda Rp5 juta karena melanggar aturan jam operasional.

Selaku Kepala Peliputan Berita Lokal Liputan 6 SCTV Kalimantan Tengah, saya sering mengedit naskah dan memantau video hasil liputan kru kami di lapangan, dan beberapa kali memberitakan pelanggaran tempat hiburan tersebut, tapi sayangnya   berita kami (wartawan) dianggap angin lalu oleh aparat terkait  dengan tanpa mengambil tindakan tegas sesuai pelanggaran yang sudah sering dilakukan.

Beberapa waktu yang lalu di depan lokasi tempat hiburan tersebut terjadi peristiwa perkelahian dan seorang Polisi Wanita, yang sebenarnya berusaha melerai perkelahian namun malah menjadi korban pemukulan oleh Oknum TNI. Dampaknya banyak tokoh masyarakat hingga Anggota DPRD meminta tempat hiburan malam yang sering melanggar aturan dicabut izinnya.

Yang terbaru, hasil Liputan kru Liputan 6 SCTV lokal Kalimantan Tengah, saat malam pergantian tahun baru, tempat hiburan tersebut kembali melanggar aturan sesuai aturan yang sudah ditentukan. Sesuai hasil wawancara kru kami dengan Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Palangka Raya Emi Abriyani, semua tempat usaha, tidak terkecuali tempat hiburan malam saat malam pergantian tahun beroperasional sampai pukul 22.00 WIB malam saja, dan  yang melanggar akan dikenai sanksi denda.

Faktanya, saat kru kami bersama tim Satgas mendatangi THM tersebut pada pukul 00.30 WIB (hari Sabtu), sebagian besar pengunjung baru membubarkan diri, dan diduga mereka bubar karena mendapat bocoran kedatangan petugas dan sebagian pengunjung masih ada di dalam lokasi THM. Ironisnya, sang pengelola hanya mendapat teguran secara lisan saja.

Selaku Jurnalis izinkan saya menduga adanya perlakuan istimewa terhadap THM tersebut, diduga karena ada  apa ya ????????????????

Silahkan masyarakat yang melanjutkan…………. ada apanya. Kalau Aparat terkait di Palangka Raya tidak bisa mengambil tindakan tegas sebagaimana aturan yang berlaku, maka selaku Jurnalis, saya akan terus memainkan fungsi saya dengan mengonfirmasikannya kepada pihak yang lebih tinggi, yakni Kapolda Kalimantan Tengah, maupun Gubernur Kalimantan Tengah.

Dengan berita kita jemput kebenaran, sekali meyakini apa yang saya lakukan benar, dan demi kebaikan bersama satu langkah saya tidak akan mundur.

Salam Hormat ,

Sadagori Henoch Binti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.