Hukrim  

Mengaku Kebal, Pria Ini Bersimbah Darah Setelah Dibacok

TERKAPAR- Pria yang mengaku kebal, terkapar dan harus dirawat usai dibacok dengan parang, Sabtu (25/12). TABENGAN/HAMDAN

BUNTOK/TABENGAN.COM- Pria bernama Ismi Joni (24), warga Desa Tongka, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara (Barut) yang mengaku kebal senjata tajam, bersimbah darah setelah dibacok, Sabtu (25/12). Pelakunya Asep (22) warga Desa Danau, RT 003 Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur (Bartim).

Informasi dari kepolisian menyebutkan, peristiwa pembacokan itu terjadi pada 25 Desember 2021, sekitar pukul 19.00 WIB, di Jalan Negara Ampah-Muara Teweh Desa Bipak Kali, RT.005 Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan.

Pada saat korban Ismo Joni bertamu di rumah ibu bernama Dia, kemudian duduk bersama Madi, Indang, Kartina dan Dewi, beberapa saat datang pelaku Asep yang juga menantu dari ibu Dia.

Selanjutnya terjadi percakapan yang cukup serius antara korban Ismo dan Asep. Ismo bercerita bahwa dirinya memiliki ilmu kebal terhadap senjata tajam dan tidak mempan bila dibacok.

Mendengar cerita Ismo kebal, tidak lama kemudian Asep pergi dan mengambil sebilah senjata tajam jenis parang di rumah orang tuanya yang lokasinya bersebelahan dengan tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah itu Asep langsung tanpa basa-basi kembali  mendatangi korban Ismo yang masih duduk menghadap ke arah dapur rumah ibu Dia dan pelaku Asep berdiri di samping kanan korban.

Selanjutnya pelaku langsung membacok korban menggunakan sebilah parang yang dipegang menggunakan tangan kiri mengenai punggung sebelah kiri korban sebanyak 1 kali, sehingga mengakibatkan korban mengalami luka robek panjang 5 cm.

Merasa dibacok parang, korban pun langsung  berlari ke arah dapur dan ditolong oleh para saksi dan dibawa ke Puskesmas Patas, sedangkan pelaku langsung pergi ke rumah keluarganya di Desa Patas I.

“Memang benar telah terjadi penusukan yang menyebabkan korban Ismo terluka bersimbah darah,” ujar Kapolres Barsel AKBP Tri Widiantoro SIK melalui Kapolsek Gunung Bintang Awai Iptu Rahmat Simamora, kepada wartawan, Minggu (26/12).

Ia menjelaskan, barang bukti yang telah diamankan antara lain 1 bilah senjata tajam jenis parang sepanjang 58 cm dan 1 buah jaket warna cokelat bertuliskan GVC yang robek pada bagian belakang bekas senjata tajam.

Atas perbuatannya pelaku akan dijerat pasal 351 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman 2 tahun 8 bulan. c-dan

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.