Pemko Perketat Pengawasan Mobilitas Nataru

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Beberapa waktu yang lalu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 360/1572/SATGASCOVID-19/BPBD/XII/2021

tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 Pada Saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Salah satu poin dalam edaran tersebut ialah Pemko melakukan pengetatan arus bagi pelaku perjalanan masuk dari luar Kota Palangka Raya, sebagai antisipasi tradisi mudik Nataru dan memperbanyak serta memaksimalkan penggunaan dan penegakan aplikasi Peduli Lindungi pada tempat kegiatan publik seperti fasilitas umum, hiburan, tempat wisata, dan fasilitas ibadah.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya, Alman Pakpahan mengatakan jika pihaknya akan memperketat pengawasan lalu lintas di perbatasan wilayah setempat selama Nataru.

“Pos-pos di perbatasan akan didirikan untuk mengawasi mobilitas serta aktifitas masyarakat yang keluar dan masuk ¬†Kota Palangka Raya,” ungkapnya kemarin.

Pengawasan itu ujar Alman dilakukan untuk meminimalkan potensi penyebaran Covid-19 dari klaster Nataru, termasuk meminimalkan penyebaran varian baru Omicron. Terlebih lagi klaster perjalanan menjadi salah satu cara penyebaran virus di wilayah kota setempat sejauh ini.

Ia menambahkan, meski penerapan PPKM Level 3 serentak pada libur Nataru dibatalkan namun Dishub ditegaskannya akan tetap menyiagakan personel untuk turut mengatur lalu lintas di sejumlah titik di dalam kota.

“Meski melakukan pengawasan, namun sampai saat ini kita belum bisa menentukan apakah ada penyekatan di wilayah perbatasan. Kami belum menerima arahan terkait hal itu,” beber Alman.

Di sisi lain, dirinya meminta pengelola transportasi termasuk para supir memastikan protokol kesehatan di dalam kendaraan tetap dilaksanakan secara ketat.

“Tetap gunakan masker selama berkendara terutama jika dilakukan dengan orang yang baru bertemu. Selalu rajin cuci tangan dengan sabun atau gunakan hand sanitizer saat akan atau selesai memegang sesuatu,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengungkapkan guna meminimalkan potensi penyebaran varian Omicron maka pihaknya fokus menggencarkan vaksinasi Covid-19. Selain itu, juga terus melakukan berbagai upaya lain mulai dari sosialisasi, deteksi dini, pengamanan hingga penanganan kasus. rgb

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.