Apa kata Pakar Ekonomi Tentang Hari Ibu

Fitria Husnatarina  bersama keluarga

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Sudah tidak asing lagi setiap tanggal 22 Desember di Indonesia diperingati sebagai Hari Ibu. Sedangkan untuk hari ibu secara internasional (mengutip History), diperingati di Amerika Serikat pada 8 Mei setiap tahunnya.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu karena bertepatan dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan I pada 22 Desember 1928. Kongres Perempuan Indonesia I diadakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta di sebuah gedung Dalem Joyodipuran milik Raden Tumenggung Joyodipuro.
Dalam momen ini hari ibu ini, Tabengan mencoba menguak bagaimana melihat peran ibu dan sekaligus wanita karier di era milenial ini.
Sebagai seorang wanita karier dan sekaligus ibu rumah tangga, Fitria Husnatarina mengatakan, seorang ibu rumah tangga yang juga berperan sebagai wanita karier menjadi sesuatu yang umum pada masa sekarang ini. Ini menunjukkan bahwa seorang wanita atau seorang ibu mampu mencapai level management equation yang membutuhkan energi untuk menyeimbangkan segala sesuatunya dalam berbagai sisi kehidupan.
“Bagi saya, pilihan berkarier adalah pilihan yang sangat baik dengan tetap menjaga marwah wanita sebagai pendidik dalam keluarga. Jangan sampai kehilangan waktu untuk tugas utama itu,” ungkap ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai Dosen Fakultas Ekonomi UPR tersebut.
Tetapi, lanjut Direktur GI BEI UPR tersebut juga, jika berkarier menjadi sebuah tuntutan sebagai tulang punggung, maka apresiasi yang setinggi-tingginya bagi ibu atau wanita yang ada dalam posisi itu.
“Intinya adalah jika kita mendidik wanita atau ibu maka kita sedang mendidik sebuah bangsa, dan jika kita membuka kesempatan bagi wanita atau ibu, maka kita sedang membuka peluang masa depan yang baik bagi sebuah generasi,” kata Fitria Husnatarina salah satu pakar ekonomi di Kalteng tersebut. dsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.