Pembinaan Atlet Kalteng Terkendala Anggaran

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (FORKI) Kalteng Rasidi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Ketersediaan anggaran menjadi tantangan yang dihadapi oleh pengurus cabang olahraga dalam melakukan pembinaan atlet dan mengembangkan serta mengangkat prestasi olahraga Kalimantan Tengah (Kalteng) di tingkat nasional.

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (FORKI) Kalteng Rasidi menyampaikan, banyak kendala terutama pada pembiayaan untuk mengikuti event tingkat nasional karena jumlah yang dibutuhkan banyak. Kalau mengenai atlet tidak ada masalah, banyak potensinya karena di Pengcab Kabupaten/Kota di Kalteng aktif melakukan pembinaan.

“Biaya yang diperlukan tergantung berapa orang yang diberangkatkan, seperti transportasi pergi pulang, uang saku, biaya penginapan dan makan. Meminta bantuan kepada KONI untuk pembinaan olahraga juga terbatas, tidak ada sponsor yang mau membiayai, sementara dari pengurus tidak bisa berbuat banyak, tidak punya uang lebih. Inilah yang menjadi kesulitan dalam pengembangan prestasi olahraga di Kalteng. Kendati demikian pembinaan di masing-masing daerah tetap berjalan,” kata Rasidi, Selasa (21/12).

Menurut Rasidi, untuk 2022 akan ada agenda kegiatan meskipun di luar FORKI, tapi tetap ditangani oleh FORKI, kejuaraan pelajar se-Kalteng. Sementara di agenda FORKI, rencananya 2022 itu ada kejuaraan. Kalau misalnya pandemi ini masih belum memungkinkan untuk melaksanakan kejuaraan secara kontak fisik, terpaksa melaksanakannya secara virtual, tapi hanya untuk katta (gerakan indah). Untuk kummite (pertarungan) tidak bisa.

Selain itu, persiapan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Sampit, Kotawaringin Timur. Mulai persiapan mengenai sarana dan prasarana yang digunakan pada kegiatan tersebut dan rencananya akan dibahas dengan ketua umum.

Sementara itu, selama  pandemi ini mengikuti kejuaraan  secara virtual. Banyak yang berprestasi baik nasional maupun internasional, salah satu contohnya kejuaraan karate Okinawa, atlet Kalteng barhasil meraih juara. Itu menandakan pembinaan tetap ada di tengah adanya wabah virus Corona. yml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.