2 ABK Kapal Tugboat Tenggelam di DAS Kahayan

TABENGAN/FERRY WAHYUDI LAKA AIR - Tim gabungan saat melakukan penyisiran pencarian dua ABK tugboat yang tenggelam. 

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Dua anak buah kapal (ABK) tugboat penarik tongkang bermuatan batu split dilaporkan tenggelam di DAS Kahayan, dekat Pelabuhan Beringin, Kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Jumat (17/12) sekitar pukul 10.30 WIB.

Dua ABK bernama Selamet Hariyadi (26) dan Daffa Kholisa Rozaq (20) tenggelam usai kelotok yang ditumpanginya terbalik karena terhempas arus sungai.

Informasi di lapangan menyebutkan, kedua korban yang hilang merupakan ABK dari kapal tugboat Blue Whale XXVII penarik tongkang bermuatan batu split dari Bojonegoro tujuan dermaga milik PT Karya Halim Sampoerna di Palangka Raya.

Setibanya dekat dermaga, kurang lebih satu kilometer dari tujuan, ABK bermaksud naik ke tongkang yang ada di belakang tugboat untuk persiapan sandar.

Dalam proses menuju tongkang, ABK menggunakan kelotok milik warga lokal dengan berpenumpangkan empat ABK, yakni Akram Hibatullah, Muhammad Fariz Akmal, Selamet Hariyadi, Daffa Kholisa Rozaq dengan motoris Hendrik (pemilik kelotok).

Saat mendekati tongkang, kelotok yang digunakan tiba-tiba terbalik karena terhempas arus deras. Dua ABK dan motoris berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian, sedangkan dua ABK lainnya tidak terlihat dan diduga tenggelam.

Kepala Wilayah Kerja Bukit Pinang, KSOP Kelas IV Pulang Pisau, Wiwin Iriani Hasanuddin, mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Kecelakaan air melibatkan satu motoris dan empat ABK tugboat yang hendak mempersiapkan proses sandar di PT Karya Halim Sampoerna.

“Jadi mereka itu naik kelotok dari tugboat ke tongkang yang ada di belakang. Tetapi pada saat dekat tongkang, kelotok yang mereka tumpangi itu dihantam oleh arus, sehingga kapal terbalik dan tenggelam. Tiga penumpang berhasil selamat dengan berenang. Sementara dua orang lainnya masih dalam proses pencarian,” katanya.

Wiwin menerangkan, saat menumpangi kelotok ABK diketahui tidak menggunakan life jacket. Kalau memang tidak layak pakai, berarti kami menganjurkan untuk diganti.

“Status empat ABK itu adalah juru mudi di Tugboat Blue Whale XXVII. Kejadian ini mungkin karena memandang enteng Sungai Kahayan karena terlihat kecil, jadi mereka mengabaikan keselamatan.  Kapal terbalik dan langsung hilang, jadi pada saat kapalnya agak menikung. Semua bisa berenang, tapi karena panik bisa saja yang menyebabkan dua orang ini belum ditemukan,” sebutnya.

Untuk ketiga orang yang selamat, memang sebelumnya saturasinya sempat menurun. Tapi sudah mendapat penanganan medis dan sudah ditangani oleh KKP.

“Proses pencarian masih kita lakukan dengan berpusat di sekitaran lokasi. Sementara untuk mempermudah pencarian, lokasi relawan kita pusatkan di Pelabuhan Beringin,” tuturnya.

Sedangkan Kasubsi Sumber Daya Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palangka Raya, Sarjito, menyampaikan, dalam melakukan upaya pencarian, Tim Gabungan menyisir area dari lokasi kejadian kurang lebih 1 hingga 3 mil menuju arah hilir. Pasalnya, arus air hanya searah tidak pasang surut.

Pencarian dilakukan dengan cara menyisir sepanjang sungai hingga menjelang senja. Penyelaman tidak dimungkinkan bisa dilakukan karena kondisi DAS Kahayan keruh dan arus deras.

“Kita lakukan pencarian sampai senja, kemudian kita lakukan pemantauan di sekitar lokasi dan dilanjutkan besok. Dan apabila ada warga sekitar yang melihat nantinya kami harap melapor ke kita,” harapnya.

Pantauan di lapangan, tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD, KSOP Pulang Pisau, Ditpolair Polda Kalteng, ERP dan Polresta Palangka Raya melakukan upaya pencarian melakukan penyisiran di sepanjang lokasi kejadian. fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.