Saran Pakar dalam Antisipasi Dampak Omicron pada Ekonomi Kalteng

Pengamat Ekonomi Kalimantan Tengah dan Direktur GI BEI Kalteng Fitria Husnatarina

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Antisipasi akibat goncangan gelombang varian Omicron dilakukan. Salah satunya agar pemulihan dan penguatan ekonomi nasional yang sedang bergeliat setelah dampak panjang pandemi tetap berlangsung.

Memperhatikan hal tersebut pengamat Ekonomi Kalimantan Tengah, Fitria Husnatarina kepada Tabengan, Jumat (17/12) menyebutkan bahwa secara global, tameng “bamper” ketahanan ekonomi di Indonesia dan Kalteng sebenarnya sudah terbentuk.

Wujudnya adalah dalam bentuk bagaimana masyarakat cukup fleksibel beradaptasi dan “tahu diri” untuk menjaga aktivitasnya karena informasi tentang protokol kesehatan dan bagaimana konsekuensi aktivitas pada masa pandemi itu sudah cukup terkonfirmasi dengan baik di kulturasi masyarakat. Jikapun ada gelombang omicron, maka dampaknya masih cukup bisa dikelola atau bisa di treatment dengan strategi/stimulus tertentu.

“Saya merasa yakin bahwa dari sisi perekonomian Indonesia secara umum, kita akan berada pada level yang masih stabil dibandingkan gelombang 1 Covid-19 yang pada saat itu buta sama sekali dan masih mencari pola penyesuaian antara kehidupan perekonomian harus tetap dijalankan versus kesehatan yang juga harus diselamatkan, bebernya.

Tapi yang terpenting, lanjut Direktur GI BEI Kalteng tersebut, walaupun berkaca dari gambaran Indonesia secara umum harus tetap berhati-hati juga untuk Kalimantan Tengah, terutama jika gelombang omicron melanda, bagaimana konteks kebijakan-kebijakan preventif untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi terus bergerak positif tetapi juga proses percepatan ketahanan kesehatan masyarakat melalui percepatan pelaksanaan vaksinasi anak dan lansia serta booster dan literasi protokol kesehatan tetap digalakkan.

Fitria Husnatarina berharap, jika masyarakat harus berkejaran dengan waktu dari proses percepatan semua hal ini, maka tidak salah jika pemerintah daerah punya kemampuan untuk melakukan strategi “quantum leap” yang artinya, jangan lagi bercermin pada aktivitas historis tetapi mengambil momentum untuk percepatan digitalisasi di semua sektor, percepatan konsep tata kelola berkelanjutan dan inovasi pada sektor-sektor unggulan. dsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.