BUDAYA  

PRESENTASI AK-PWI 2022-Bupati Paparkan soal Menghalau Corona dengan Budaya

TABENGAN/KARAMOI PRESENTASI - Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, menyampaikan presentasi dihadapan Tim Juri AK-PWI soal Menghalau Corona dengan Budaya, di kantor PWI Pusat, Jakarta, Kamis (16/12.

JAKARTA/TABENGAN.COM – Bupati Lamandau Hendra Lesmana, menyampaikan presentasi dihadapan Tim Penilai Anugerah Kebudayaan, Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI) 2022, dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022.

Dalam presentasinya, di Ruang Rapat PWI Pusat, Jakarta, Kamis (16/12), Hendra Lesmana menekankan besarnya peran budaya leluhur dalam menekan angka terkonfirmasi positif Covid-19.

Bupati Hendra yang pada ajang AK-PWI kali ini mengajukan proposal dan makalah dengan tema “Menghalau Corona dengan Budaya”,  menjelaskan tentang apa itu Balalayah Pantang Pamali atau Ritual adat Tula Bala.

Dalam presentasinya Hendra Lesmana menekankan besarnya peran budaya leluhur dalam menekan angka terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pada saat pandemi, kami sudah mengeluarkan berbagai peraturan terkait penegakan Protokol Kesehatan. Dan bagi yang melanggar Prokes, dikenakan saksi berupa kerja sosial atau denda administrasi Rp50 ribu bagi pelanggar Prokes, tetapi hal itu kurang dipatuhi masyarakat,” ungkapnya.

Karena saya juga sebagai Ketua Dewan Adat Dayak (DAD), lanjut dia, saya langsung mengadakan rapat bersama dengan para damang adat. Dan disepakati untuk dilaksanakan Ritual Balalayah Pantang Pamali.

“Dari penerapan Balalayah selama 10 hari, Alhamdulilah ternyata berhasil menekan angka terkonfirmasi Covid-19. Selain itu, ritual Balalayah juga sejalan dengan penerapan Protokol Kesehatan, yang mana salah satunya membatasi pergerakan orang, karena selama ritual berlangsung, masyarakat dilarang beraktivitas di luar rumah.

“Dan ternyata kegiatan ini juga dapat merubah pola pikir dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya Protokol Kesehatan, dan melalui Balalayah, masyarakat jadi tahu pentingnya menjaga adat istiadat,” bebernya.

Sementara, saat Ketua PWI Pusat, Atal S Depari, yang juga juri dalam AK-PWI menanyakan apakah Kabupaten Lamandau menolak modernisasi dalam hal Kebudayaan, Bupati Hendra memastikan tidak.

“Justru modernisasi menjadi pintu dan jendela kita membawa budaya leluhur dapat dikenal masyarakat luas,” tukasnya. c-kar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.