Hukrim  

Atur Bisnis Narkotika dari Penjara, Napi Divonis 11 Tahun

Terdakwa divonis 11 tahun dan denda Rp3,46 miliar subsider penjara selama 2 bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palangka Raya, Selasa (14/12). ANDRE

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Andi Lala selaku terdakwa perkara narkotika mendapat vonis pidana penjara selama 11 tahun dan denda Rp3,46 miliar subsider penjara selama 2 bulan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palangka Raya, Selasa (14/12).

Vonis tersebut adalah yang ketiga kalinya bagi Andi Lala yang merupakan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Khusus Narkotika Kasongan. Andi Lala terbukti mengatur peredaran narkotika seberat 471,43 gram dari balik tembok penjara bermodalkan ponselnya.

Perkara berawal ketika Andi yang berada dalam sel LP menerima telepon dari Syarifudin alias Udin, Senin (28/6). Udin memerintahkan Andi mencari kurir untuk mengambil sabu dari Banjarmasin untuk dibawa ke Palangka Raya.

Andi kemudian menawarkan Abdul Rahman Sidik untuk mengambil shabu dengan dijanjikan adanya upah setelah pekerjaan selesai. Sesuai arahan Andi, maka Abdul Rahman Sidik berangkat ke Banjarbaru bertemu Muhammad Maulid yang akan datang dari Aceh membawa sabu.

Tapi saat Rahman menunggu Maulid di Alfamart sebelah Hotel Herlina, justru aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng menyergapnya. Rupanya aparat telah lebih dahulu menangkap Maulid di Bandara Syamsudin Noor.

Sesuai keterangan Rahman, pihak BNNP kemudian bekerja sama dengan pihak LP untuk mengamankan Andi. Terdapat barang bukti shabu seberat 471,43 gram dalam perkara tersebut yang diamankan pihak BNNP. Akibat perbuatannya, Andi terjerat ancaman pidana pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. dre

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.