Buku Aksara Jiwa Kado Natal di Tengah Pandemi

ISTIMEWA KADO NATAL- Peluncuran Buku Aksara Jiwa sekaligus MoU antara Pemimpin Aras Gereja dan Rutan Kelas II A. Tampak hadir pihak Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya Suwarto, Ketua PGLII Prov Kalteng Pdt. Maruba Rajagukguk, Wakil Ketua DPRD Palangka Raya Wahid Yusup dan PWI Kalteng

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya menerbitkan buku Aksara Jiwa. Penerbitan buku tersebut untuk kado rangkaian Perayaan Natal Desember 2021 dan menyambut Tahun Baru 1 Januari 2022 dengan cara yang berbeda di tengah pandemi Covid-19.

Bertempat di Aula Dalam Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Sabtu (11/12) malam, peluncuran buku Aksara Jiwa dihadiri Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya Suwarto, yang juga sebagai salah seorang inisiator terbitnya buku tersebut. Sebab, buku Aksara Jiwa ditulis mantan maupun warga binaan yang masih menjalani ‘Sekolah Kehidupan’ di Rutan.

“Buku inspirasi Aksara Jiwa merupakan karya intelektual yang ditulis oleh beberapa warga binaan, salah seorangnya adalah warga binaan Rutan Kelas IIA Palangka Raya. Penulis gemar mencatat semua pengalaman hidupnya berupa tulisan, yang berisi kisah hidup semasa menjalani hukuman di rumah tahanan,” terangnya.

Disebutkan, buku tersebut juga ditulis rekan-rekan yang pernah menjalani masa tahanan di Rutan Medaeng, Surabaya, yang sering disebut Sekolah Kehidupan. Selain itu, buku Aksara Jiwa akan didistribusikan bagi warga binaan Lapas dan Rutan yang ada di Palangka Raya serta Kasongan.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Palangka Raya Wahid Yusup yang hadir dalam peluncuran buku Aksara Jiwa, mengaku sangat menyambut baik dan mendukung penuh keberadaan buku yang ditulis warga binaan Rutan. Sebab, dia sangat bisa memahami apa yang dirasakan warga binaan, karena juga pernah menjalani masa hukuman di masa lalu akibat penyalahgunaan Narkoba.

“Karena di buku ini juga merupakan pengalaman hidup saya. Saya juga sebelum menjadi seperti saat ini, mungkin teman-teman saya masih ada di tempat ini. Saya 2005-2007 dan terakhir 2010 juga pernah menjadi warga binaan di Cebongan, Sleman, yaitu kasus Narkoba dan perkelahian. Saya sangat mendukung buku ini karena dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, setiap orang pasti mempunyai masa lalu, tapi semua orang juga mempunyai masa depan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalteng Ilham Djaya melalui Kabag Program dan Humas Diana, sangat mengapresiasi dan bersyukur warga binaan terus semangat dalam berkarya. Bahkan, Kemenkumham akan terus berupaya mendorong warga binaan lainnya untuk terus menggali potensi diri, agar menjadi karya yang tidak terbatas di tempat yang terbatas.

“Tentunya untuk meyakinkan mereka (warga binaan) terus berkreativitas dengan baik, maka yang mesti dilakukan adalah membangun kembali motivasi, dan membangun pembinaan kerohanian agar menjadi pondasi kuat. Karena dengan percaya dan terus mengandalkan Tuhan, maka akan membuat mereka menjadi pribadi yang tahan uji. Saat mereka kuat dalam pengharapan akan Tuhan, maka mereka akan mampu beraktivitas untuk berkarya sesuai talenta dan potensi dalam diri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan peluncuran buku Aksara Jiwa, diisi dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama Pembinaan Kerohanian Kristen dan Katolik di Rutan Kelas IIA Palangka Raya. Bahkan, kegiatan juga dirangkai dengan Talk Show berjudul ‘Sinergisitas Masyarakat dalam Mendorong Kreativitas Warga Binaan Pemasyarakatan, agar Mampu Berkarya Tanpa Batas Meski di Tempat Terbatas’.

Hadir sebagai narasumber dalam Talk Show, di antaranya Anggota DPD RI Agustin Teras Narang dan Anggota DPR RI Dapil Kalteng Ary Egahny yang hadir secara virtual, Wakil Ketua DPRD Palangka Raya Wahid Yusup, Ketua PGLII Prov Kalteng Pdt. Maruba Rajagukguk, Sekretaris PWI Kalteng Ika Lelunu dan sejumlah pejabat lainnya. Talk show ini pandu senior PWI Kalteng Sadagori Henoch Binti. dsn/ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.