Hukrim  

Mantan Kades Talio Hulu Resmi Sebagai Tersangka

TABENGAN/M.YAKIN DIPROSES HUKUM - Kejari Pulpis menetapkan status tersangka kepada Mantan Kades Talio Hulu, inisial M atas dugaan Kasus korupsi dana desa (DD) Talio Hulu Tahun Anggaran 2018

PULANG PISAU – Kejaksaan Negeri Pulang Pisau (Pulpis) menetapkan status tersangka kepada Mantan Kepala Desa (Kades) Talio Hulu, inisial M atas dugaan Kasus korupsi dana desa (DD) Talio Hulu Tahun Anggaran 2018 Rp. 781.970.000 dan 2019 Rp. 909.430.000. Akibat perbuatan tersangka, Negara mengalami kerugian sebesar Rp 794.833.310.

“Kita tetapkan status tersangka terhadap mantan Kades Talio Hulu (M), diduga tersangka melakukan korupsi dana desa tahun 2018 dan 2019 dengan kerugian negara Rp 794.833.310,” terang Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau Dr. Priyambudi SH.MH didampingi Tim Penyidik yakni, Kasi Pidsus Muhammad Arsyad SH, Kasi Pidum Prathomo Suryo Sumarsono, SH.MH, Kasi Datun Fuat Samroni, SH dan Jaksa Fungasional Chabib Sjoleh, SH saat menggelar Pres Release di Aula Kantor Kejaksaan Pulpis setempat, Kamis (9/12/2021) sore.

Priyambudi menjelaskan, bahwa penetapan tersangka M itu dilakukan setelah secara intensif melakukan penyidikan, dan sudah terbit surat penghitungan kerugian negara dari BPKP Kalteng, sehingga oleh Tim Penyidik Kejari Pulpis memandang sudah cukup alat bukti untuk menetapkan tersangka.

“Jadi, sebelumnya kita sudah melaksanakan ekspose internal, tim penyidik memberikan pendapat bahwa dalam perkara ini sudah cukup alat bukti untuk ditetapkan tersangkanya,” ucap Priyambudi.

Kajari menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka M dari dua tahun menggelola anggaran dana desa itu, dalam pengelolaan dan penganggarannya dilakukan sendiri tanpa melibatkan perangkat desa lainnya, baik itu bendahara, sekdes BPD mupun tim pelaksana kegiatan.

Ditambahkan, bahwa Tim Penyidik Kejari Pilpis sudah melakukan pemeriksaan di lapangan. Kemudian, ahli teknik secara maraton melakukan pemeriksaan, khususnya terkait pengupahan ditemukan banyak ketidaksesuaian dan juga dalam hal pembuatan laporan pertanggungjawaban dilakukan manipulasi data.

Sebelum dilakukan penahanan, Tim Penyidik Kejari Pulpis hari ini melakukan pemeriksaan terhadap saudara M sebagai saksi.

Kemudian setelah ditetapkan sebagai tersangka, tim penyidik memberikan pendapat, bahwa demi kemudahan proses selanjutnya maka, terhadap saudara M ini dilakukan penahanan di Rutan untuk 20 hari kedepan.

“Untuk sementara waktu dan guna mempermudah jalaninnya penyidikan dan pemeriksaan maka, saudara M dilakukan penahanan dan dititipkan di Rutan Polres Pulang Pisau,” jelas Priyambudi.

Pria asal Kota Semarang Jawa Tengah ini, menambahkan jika perkembangan pemberkasan sudah cukup baru, tersangka M akan digeser penahannya ke Rutan Kota Palangka Raya.

“Karena nantinya akan menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Palangka Raya,” pungkasnya. c-mye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.