Viral Anggota Polda Dipukul Oknum Batalyon

  • Bagikan
TABENGAN/FERRY WAHYUDI BERDAMAI- Perwakilan Korem 102 dan Polda Kalteng ketika melaksanakan rilis terkait kejadian viral.

* Panglima TNI Minta Kasus Diproses Hukum
PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Dunia maya dihebohkan dengan postingan video
dugaan pemukulan yang dilakukan oleh oknum Batalyon Infanteri Raider atau Yonif Raider 631 Antang terhadap Tim Raimas Ditsamapta Polda Kalteng, Minggu (5/12) dini hari.

Informasi terhimpun, aksi pemukulan terjadi ketika Tim Raimas Ditsamapta Polda Kalteng tengah melaksanakan patroli rutin harkamtibmas di wilayah Kota Palangka Raya. Ketika berada di Jalan Tjilik Riwut km 2, tepatnya di seberang Café O2, ditemukan kerumunan
masyarakat akibat perkelahian.

Tim Raimas kemudian bermaksud melerai namun nyatanya malah mendapat pukulan dari beberapa pria yang diduga sebagai anggota Batalyon Infanteri Raider. Pemukulan bahkan turut terjadi pada Polwan yang kala itu turut ikut berpatroli.

Viralnya kejadian tersebut di media sosial segera ditindaklanjuti oleh Polda Kalteng bersama Korem 102 Panju Panjung. Langkah tegas telah diambil dengan melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang terlibat dalam pemukulan.

Memastikan situasi kamtibmas tetap berjalan kondusif pasca-kejadian, rilis kasus segera dilakukan tim gabungan dari Korem 102 Panju Panjung dan Polda Kalteng di Aula Makorem, Selasa (7/12) pagi.

Hadir pada kesempatan itu Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro, Kabid Propam Polda Kalteng Kombes Pol Heri, Dir Samapta Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, Dan Yonif 631/Atg Letkol Inf Dadang Armada, Kapenrem 102 Pjg Mayor Inf Mahsun Abadi, Kakum Rem Mayor Chk Suryanto, dan Kapten Cpm Indrata Dhian.

Kabid Humas Kombes Pol Kismanto Eko Saputro mengatakan, kronologis kejadian intinya terjadi ketika anggota Raimas tengah berpatroli rutin untuk protokol kesehatan, kemudian ada keributan dan dilerai. Namun, terjadi pemukulan.

“Menyikapi kejadian yang terjadi kemarin, kami dari Polda Kalteng menyerahkan seluruhnya serta mendukung langkah-langkah dari Korem. Pertikaian tersebut sudah dimediasi dan sudah diselesaikan dan untuk pihak-pihak yang melakukan pertikaian tersebut akan diproses
berdasarkan hukum yang berlaku,” katanya.

Ia menerangkan, yang terpenting adalah sinergitas TNI-Polri yang ada di Kalteng harga mati dan selalu didukung, jangan sampai tercerai berai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Mari kita semua menjaga situasi kamtibmas yang ada di Kalteng ini untuk tetap kondusif, karena memang selama ini Kalteng ada di kondisi yang aman dan terkendali. Dan, saat ini kita semua TNI-Polri menjaga kolaborasi, sinergitas sehingga semua tugas-tugas dan tanggung jawab yang dibebankan ke kita, dapat berjalan dengan lancar dan baik,” terangnya.
Senada, Kapenrem Mayor Inf Mahsun Abadi mengungkapkan bahwa kejadian yang terjadi kemarin itu murni kesalahpahaman, sehingga merupakan hal yang prihatin bagi kita bersama dan menjadi pelajaran sangat berharga. Selanjutnya dalam hal ini kedua belah pihak sudah saling memaafkan satu sama lain.

“Namun sesuai dengan harapan pimpinan, siapa pun yang terlibat dalam kesalahpahaman tersebut, akan ditindak sesuai dengan UU dan hukum yang berlaku. Karena hal tersebut merupakan salah satu dari 7 pelanggaran berat yang tidak boleh dilanggar oleh anggota TNI. Tiga anggota TNI sudah dalam penyidikan di Polisi Militer,” tegasnya.

Panglima TNI Minta Kasus Diproses Hukum

 Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan bakal memberi sanksi jika prajurit TNI bersalah dalam kasus ini. Proses hukum akan dijalankan sesegera mungkin.
“Saya akan proses hukum,” ucap Jenderal Andika saat ditanya soal viral prajurit TNI diduga pukul Polwan di Kalteng, Selasa (7/12).
Andika mengatakan baru mendapat informasi tersebut. Dia menegaskan proses hukum segera dilakukan. “Segera,”ucap Andika.fwa/d-com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *