Sabu 2 Kg Gagal Diselundupkan

TABENGAN/KARAMOI TERSANGKA- Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo saat menanyai langsung ketiga tersangka kasus penyelundupan narkoba jenis sabu, Selasa (7/12).

NANGA BULIK/TABENGAN.COMUpaya penyelundupan narkotika dari Provinsi Kalimantan Barat menuju Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur kembali digagalkan jajaran Satresnarkoba Polres Lamandau.

Setelah sebelumnya sabu seberat 1,3 kg gagal beredar di Kalteng, pada 1 Desember lalu, petugas dari Satresnarkoba Polres Lamandau kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu. Bahkan, barang haram yang berhasil digagalkan itu beratnya mencapai 2 kg lebih.

Saat konferensi pers di Joglo Mapolres setempat, Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo menyampaikan bahwa pihaknya  kembali berhasil mengungkap kasus narkoba dengan jumlah barang bukti cukup besar, 2.037,41 gram sabu-sabu.

“Anggota kita telah melakukan penangkapan terhadap seorang perempuan MJ (46) pada tanggal 1 Desember 2021 sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Trans Kalimantan km 18 Nanga Bulik,” kata Kapolres, Selasa (7/12).

Dijelaskan, penangkapan MJ berawal dari adanya informasi masyarakat pada 30 Oktober 2021, diduga akan ada pengiriman narkotika melintas Lamandau. Kemudian anggota Satresnarkoba dengan dipimpin langsung Kasat Narkoba I Made Rudia melakukan kegiatan razia.

“Dalam kegiatan tersebut petugas berhasil menangkap seorang perempuan yang menaiki kendaraan umum/travel dan terbukti membawa sebuah plastik berisikan 11 bungkus plastik klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu,” ujarnya.

Kapolres membeberkan, setelah dilakukan interogasi terhadap MJ alias A diperoleh keterangan narkoba tersebut akan diserahkan kepada seorang perempuan dengan inisial DL (37) dan seorang laki-laki MA  (60) di Palangka Raya. Diakui MJ, kedua pemesan itu telah mentransfer uang sebesar Rp450 juta.

“Menindaklanjuti keterangan tersebut, dibentuk tim gabungan untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap DL dan MA. Pada Jumat, 3 Desember 2021, petugas berhasil menangkap dan mengamankan kedua tersangka di Desa Sungai Terik, Gang Rambutan, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur,” sebutnya.

Dari pengungkapan kasus ini, lanjut Arif Budi, petugas mengamankan 3 orang tersangka dan barang bukti berupa 11 bungkus plastik klip ukuran besar dan sedang berisi butiran kristal diduga narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu dengan berat 2.037,41 gram, 1 buah buku rekening Bank Britama, 2 rekening koran Bank BRI, 3 buah handphone, uang tunai senilai Rp3 juta serta 1 unit kendaraan roda 4.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 6 tahun penjara dan denda paling sedikit  Rp1 miliar dan maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati dan denda Rp20 miliar. c-kar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.