DAD Diskusi Bersama Damang dan Mantir Se-Palangka Raya

  • Bagikan
DISKUSI- DAD Kota Palangka Raya beserta damang dan mantir se-Kota saat berdiskusi dalam Forum Group Discussion di Rumah Betang Palangka Hadurut, Kamis (2/11). TABENGAN/RONNY

*Bahas Landasan Hukum Adat Daerah

 

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama dengan seluruh damang dan mantir se-Kota Palangka Raya, di Rumah Betang Palangka Hadurut, Kamis (2/11).

Kegiatan tersebut mengambil tema ‘Bersama Kelembagaan Adat Dayak Kita Wujudkan Sinergitas dan Harmonisasi Penyelenggaraan dan Penegakan Hukum Adat Bermartabat di Kota Palangka Raya’.

Ketua Harian DAD Kota Palangka Raya Mambang Tubil mengatakan, FGD tersebut bertujuan untuk menampung pokok-pokok pikiran tentang penyelenggaran hukum adat di Kota Cantik, yang didiskusikan bersama damang dan mantir.

Seluruh masukan yang ditampung dalam forum tersebut, lanjutnya, akan menjadi dasar dalam penyusunan landasan hukum adat daerah. Pertama, penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Pemilihan Mantir Kelurahan, lalu penyusunan Perwali tentang Kedudukan dan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Mantir di Palangka Raya, dan penyusunan Peraturan Damang dan Penguraian Tupoksi Sebagai Penyelenggaraan Penegakan Hukum Adat di Palangka Raya

“Jadi ada 3 hal yang dibahas dalam FGD ini. Nantinya akan menghasilkan satu kesepakatan bahwa dalam penyelenggaraan tupoksi dan kewenangan damang dan mantir, bisa harmonis dan sinergis dalam kelembagaan dan dewan adat kota. Muaranya adalah bisa tercipta keselarasan dan sinergitas DAD dalam penyelengaraan dan penegakan hukum adat di sini,” kata Mambang.

Selain itu, lanjutnya, DAD melalui forum tersebut berkomitmen penuh dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat hukum adat di Ibu Kota Provinsi Kalteng ini. DAD dengan tupoksinya sebagai lembaga supervisi dan koordinasi sebagai poin pentingnya, juga berperan dalam membantu pemerintah dalam pembangunan khususnya adat istiadat.

“Kita bersama 5 damang dan 11 mantir se-Kota Palangka Raya akan berkoordinasi dalam kesempatan ini. Agar seluruh pihak terkait bisa saling memahami dalam tata kerja hubungang kelembagaan dengan baik. Sehingga ke depannya tak ada miskomunikasi kewenangan antara damang dan mantir. Kita ingin agar lembaga ini sinergis dan harmonis. Selanjutnya hasil koordinasi dalam FGD ini akan dibawa dalam Rapat Kerja DAD Kota pada tanggal 4 Desember nanti,” katanya.

Sementara itu, Damang Kecamatan Pahandut Marcos Tuwan turut mengapresiasi terselenggaranya ruang diskusi terbuka tersebut. Upaya seluruh pihak dalam menyelaraskan tupoksi sangat tepat, baik dalam hal administrasi maupun saat bertugas di lapangan.

“Hal ini penting agar lembaga adat dan pihak di dalamnya bisa selaras dan tidak saling tumpang tindih. DAD juga dalam hukum adat lebih kepada supervisi dan pengawasan, sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan terhadap kinerja damang beserta mantir di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. rgb

 

Penulis: Ronny GunturEditor: Haris Lesmana
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *