PUNCAK DIES NATALIS KE-58-Rektor UPR Ajak Gelorakan Semangat Huma Betang

  • Bagikan
DIES NATALIS- Perayaan puncak Dies Natalis Ke-58 UPR di gedung PPIIG, Jalan Hendrik Timang, Selasa (30/11). TABENGAN/NOVAN

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Civitas akademika Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar peringatan puncak Dies Natalis ke-58 dengan mengusung tema ‘Merajut Kebangsaan dalam Kebhinekaan dengan Semangat Huma Betang UPR Berkarya untuk Indonesia’, di Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG), Jalan Hendrik Timang, Selasa (30/11).

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi dalam sambutannya menyampaikan, tema Dies Natalis Ke-58 UPR mengandung makna mendalam bagi seluruh civitas akademika, terutama dalam mewujudkan visi UPR menjadi Perguruan Tinggi (PT) terbaik untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu bersaing secara global.

“UPR memiliki visi menjadi salah satu PT terbaik dalam menghasilkan SDM berkualitas, berdaya saing tinggi dan bermoral pancasila. UPR harus mampu bersatu dalam keberagaman untuk mewujudkan karya-karya bagi anak bangsa serta membangun masyarakat di Bumi Tambun Bungai,” ucapnya.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah (Kalteng) ini juga optimis, melalui semangat Huma Betang yang merupakan filosofi leluhur Suku Dayak di Bumi Tambun Bungai, UPR menjadi miniatur Indonesia dalam mewujudkan nilai-nilai kejujuran, kesetaraan, toleransi dan kebersamaan menuju UPR Jaya Raya.

“UPR sebagai wadah membentuk SDM Indonesia, harus menjadi wadah rujukan serta contoh yang baik dan nyata dalam mewujudkan nilai-nilai Huma Betang, di tengah keberagaman civitas akademika mulai dari agama, budaya maupun adat istiadat. UPR menjadi hebat manakala seluruh civitas akademika mampu mengesampingkan segala perbedaan,” ujarnya.

Dijelaskan, Huma Betang sebagai kearifan lokal masyarakat Dayak harus dijadikan pedoman bagi civitas akademika UPR dalam membangun persatuan dalam keberagaman, kebersaman dalam perbedaan, membangun etos kerja yang tinggi, budaya akademik yang humanis dan bertoleransi tinggi.

“Tentunya dengan memerhatikan sejumlah aspek, termasuk rasa toleransi tinggi, sangat penting untuk mengelola perbedaan bersama-sama. Sehingga UPR bisa menjadi universitas terkemuka tidak hanya di taraf nasional, tetapi hingga ke tingkat internasional,” tegasnya.

Perwujutan semangat Huma Betang dalam 58 tahun perjalanan UPR, sambung Andrie Elia, telah menjadikan UPR sedikit demi sedikit membangun berbagai karya dan menorehkan berbagai prestasi gemilang baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Di antaranya mendapat penghargaan atas capaian Indikator Kerja Utama (IKU) peringkat 7 nasional dari 23 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satker dan peringkat 1 nasional untuk capaian IKU 7 PTN Satker.

“Masih banyak capaian prestasi lain yang berhasil diraih oleh UPR. Karena itu, saya mengajak seluruh civitas akademika untuk mewujudkan semangat bersatu melalui Huma Betang dalam membangun UPR menuju UPR Raya Raya,” pungkasnya.

Peringatan puncak Dies Natalis Ke-58 UPR ini dihadiri langsung oleh seluruh unsur pimpinan UPR, Anggota DPR RI Dapil Kalteng sekaligus Ketua DAD Kalteng, Kapolda Kalteng, Danrem 102/PJG, serta perwakilan sejumlah SOPD Provinsi dan Kota Palangka Raya, dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. nvd

 

Penulis: Novan DinataEditor: Haris Lesmana
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.