TBBR DITOLAK DI KALTENG-Bambang : Silakan Tinggalkan Kalteng, dan Bubarkan Diri

  • Bagikan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Penolakan terhadap ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) oleh sejumlah ormas di Kalimantan Tengah (Kalteng). Ormas yang menggelar aksi damai sebagai bentuk penolakan, memberikan batas waktu atau deadline bagi TBBR untuk membubarkan diri, dan meninggalkan Kalteng. Apa yang dilakukan TBBR di Kalteng sendiri dinilai cukup meresahkan masyarakat.

Bambang Irawan mengatakan, TBBR ditolak di Kalteng, bukan berbicara Dayak versus Dayak. Ada hal lain yang memang sangat serius dilakukan TBBR sehingga dilakukan penolakan. Ada banyak sekali pelanggaran yang dilakukan TBBR, dinilai bertentangan dengan adat istiadat, dan budaya di Kalteng ini sendiri.

Contoh, kata Bambang, masalah pantak, berbagai ritual yang dilakukan, atraksi yang dilakukan namun bukan menjadi khas Kalteng. Di Kalteng tidak ada menunjukkan ilmu kekebalan dihadapan orang banyak.

“Saya tahu sendiri, pergerakan TBBR yang baru-baru ini dilakukan adalah merampas hak orang Dayak. Mereka membela satu orang yang salah, untuk merampas banyak hak orang Dayak. Apakah ini yang dinamakan membela utus. Atau bahasa sesama Dayak tidak boleh berkelahi. Omong kosong saja mengatakan sesama Dayak Bersatu, tapi apa yang mereka lakukan justru sebaliknya,” kata Bambang, menyikapi batas waktu keberadaan TBBR di Kalteng, Minggu (28/11) di Palangka Raya.

“Saya paling tidak suka, apabila ada orang, siapapun itu terlebih alasan yang sangat sakral yakni atas nama utus Dayak, tapi melakukan perbuatan yang justru merugikan masyarakat Dayak itu sendiri,” lanjut Bambang.

Bambang menjelaskan, Kalteng sekarang ini bukan dalam kondisi untuk mau berperang. Berbeda ketika terjadinya konflik di Sampit, dimana setiap orang dari suku Dayak yang ingin berangkat dimandikan terlebih dahulu. Di Kalteng sekarang ini, kondisi yang aman dama, adik-adik, ataupun anak-anak kita mau dibawa perang kemana. Hal inilah yang membuat kecemasan, apa yang ingin diperangi.

Menyikapi batas waktu, lanjut Bambang, rencananya pada Senin (29/11) akan mengunjungi Polda Kalteng, Danrem 102 Panju Panjung, dan Kesbangpol Kalteng, terakhir berkomunikasi dengan DAD Kalteng. Khusus untuk Polda dan Danrem untuk dapat menyampaikan apa yang menjadi alasan penolakan TBBR di Kalteng.

Bagaimanapun, kata Bambang, TNI/Polri merupakan lembaga yang diberikan kewenangan untuk dapat menjaga keamanan. Ormas yang beberapa hari lalu melakukan penolakan terhadap TBBR mendukung penuh sikap kepolisian dan TNI untuk dapat menindak secara tegas aksi TBBR yang dinilai melanggar hukum.

Di Kesbangpol Kalteng, Bambang menyampaikan, untuk melihat keberadaan organisasi ini secara utuh. Ormas juga mendorong untuk digelarnya peradilan adat Kalteng. Diperadilan adat ini, ormas yang melakukan penolakan akan menyampaikan secara lugas, apa saja pelanggaran yang sudah dilakukan. Silakan pihak TBBR memberikan argumentasinya atas tuntutan itu.

Apapun hasil sidang adat itu nantinya, tegas Bambang, semua pihak wajib menghormati dan menjalankannya. Ingat, peradilan yang digelar adalah peradilan adat Kalteng. Sudah ada panduan dalam pelaksanaannya sidang adat ini. Diatas semua itu, sekali lagi ditegaskan, TBBR diminta untuk dapat membubarkan diri, dan segera meninggalkan Kalteng.

Budaya Kalteng, ungkap Bambang, dengan budaya yang dibawa TBBR sangat tidak cocok. Bagaimanapun, suku Dayak yang ada di tanah kalimantan ini memiliki keunikan, karakteristik, keistimewaan, dan ciri khasnya sendiri. Jangan memaksakan itu kepada orang lain.

Sementara itu, Ducun Helduk Umar menyampaikan hal serupa, bahwa komunikasi akan dilakukan dengan para aparat penegak hukum. Apabila sampai tuntutan ormas ini tidak digubris, bukan tidak mungkin ormas yang menolak kemarin akan mengambil tindakan sendiri. Mencegah terjadinya hal itu, maka wajib ada upaya yang dilakukan, baik berupa mediasi ataupun yang lainnya.

“Berdasarkan laporan dari korwil TBBR di Kabupaten Kotawaringin Timur, bahwa anggota mereka berjumlah 30 ribu, walaupun saya tidak yakin dengan jumlah tersebut. Terlebih, anggota yang mereka tampilkan adalah anak-anak dengan usia 20 tahun ke bawah,” kata Ducun.

Bagi orang Kalteng, kata Ducun, tidak ada budaya yang memamerkan, mempertontonkan, atau diperlihatkan ilmu kekebalan. Ingat, bukan berarti tidak ada orang yang memiliki ilmu kebal di Kalteng. Kalteng memiliki orang dengan kemampuan itu, tapi bukan untuk dipertontonkan, ataupun dipamerkan.

Hal inilah, tegas Ducun, membuat ormas di Kalteng beberapa hari lalu melakukan penolakan terhadap hadirnya TBBR di Kalteng. Waktu konflik di Kalteng, tidak ada orang Kalteng yang petantang petenteng memamerkan ilmunya, yang justru terlihat adalah hasilnya. TBBR ini, berdasarkan pengamatan lebih kepada arogansi.

TBBR, ungkap Ducun, seperti tidak mau tahu, bahwa yang dilakukan merusak budaya di Kalteng. Hal ini tentunya sangat tidak cocok dengan budaya di Kalteng.ded

  • Bagikan

Respon (4)

  1. Analisa saya motif TBBR punya visi n misi dimana endingnya nya nanti mengajak
    masyarakat seluruh Kalimantan “demo/protes” terhadap investor pekebunan/ pertambangan yg menghancurkan hutan Kalimantan sehingga banjir dimana2.
    Hari ini berharap aksi “LSM yg ada” seperti mati suri !
    Saya berharap di alam “demokrasi” jangan saling mencegal !
    Mudah2an analisis saya salah 😅😂

  2. Saya bukan anggota ormas tapi menurut saya ormas TBBR gak salah kok ada di Kalteng, BRI dan mandiri saja diseluruh indonesia…..yang menolak juga jangan mengaku membawa nama Dayak Kalteng ya.. dan bilang mau bertindak sendiri bahasa tindakan sendiri itu artinya luas dan memicu konflik lho Kalteng aman kok dgan adanya kalian tapi jgan karena kalian berebut tahta dan perhatian publik keamanan dan ketertiban terganggu.. kami sudah susah oleh pandemi cov 19 jangan bikin aneh yang gaduh lagi pakai modal omong bualan bekerja saja sudah jangan cari celah terus supaya viral dan dibilang jagoan kalau jagoan buktikan kepahlawanan mu untuk NKRI bukan untuk gombalan seperti ini.

  3. Kalteng Luas Pak kalo Rumah Bapak tdk mau mnampung Kampung kami siap.menerima sesama Dayak koq saling Tolak yg jauh dari sebrang Pulau ajj Kita trima🤣🤣

  4. Ormas yang kemaren demo cuma segelintir orang saja yang demo…,mana bisa beberapa ratus orang mewakili jutaan masyarakat Kalteng….,kami dar Bartim Barsel…tidak menolak TBBR…, justru mereka banyak membantu masyarakat menyuarakan kepentingan masyarakat…sesama Dayak tidak perlu sok sok an…sok paling benar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *