Pasutri Tewas, Mobil Terseret Banjir Barito

  • Bagikan
ISTIMEWA TERSERET ARUS- Mobil korban yang terseret arus banjir akibat meluapnya Sungai Barito, Rabu (24/11).

MUARA TEWEH/TABENGAN.COM Bencana banjir di Kalimantan Tengah menelan korban jiwa. Pasangan suami istri asal Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, tewas setelah mobil yang mereka tumpangi terseret arus banjir di Jalan Mineroad PT Palopo Desa Patas 1, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Rabu (24/11) pagi.

Pasutri Warnisi (51) dan Hj Nurjanah (47) warga Jalan Pelajar No.14 RT 028 RW 000, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, tak menyangka air Sungai Barito meluap deras menutupi badan jalan akibat curah hujan tinggi.

Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, mobil Kijang Kapsul warna Silver Nopol KH 1329 ET dikemudikan korban dari arah Jalan Negara Ampah-Muara Teweh menunju ke arah Tabak Kanilan. Mobil kemudian menerobos banjir.

Baru sekitar 60 meter perjalanan, tiba-tiba bagian belakang mobil terseret arus dan terbawa menuju sungai. Saat itu lampu mobil langsung mati dan seketika mobil hilang terbawa arus sungai.

Kapolsek Gunung Bintang Awai IPTU Rahmat Saleh mengatakan, peristiwa tersebut murni kecelakaan. Kedua korban yang menggunakan mobil Kijang Kapsul melewati Jalan Hauling PT Palopo.

“Dari keterangan sejumlah saksi, mobil korban menerobos banjir, namun ketika mobil berjalan sekitar 60 meter tiba-tiba bagian belakang mobil terseret arus banjir menuju sungai,” ujar Kapolsek, Rabu (24/11).

Saat terseret banjir, para korban tidak keluar dari mobil. Mereka bertahan di dalam. Hilangnya para korban yang terseret banjir tersebut akhirnya dilakukan pencarian oleh petugas Polsek Gunung Bintang Awai dan sejumlah pihak. Mobil yang terseret itu akhirnya ditemukan sekitar 150 meter dari lokasi kejadian.

“Selanjutnya dilakukan upaya evakuasi dengan menggunakan 2 unit alat berat ekskavator milik PT Electra Global untuk dapat menuju ke lokasi mobil dengan membuka jalan pada kebun karet milik masyarakat. Selanjutnya mobil ditarik menggunakan tali seling dan setelah terangkat mobil dibuka dan diketahui terdapat 2 korban yang sudah meninggal dunia,” jelas Kapolsek.

Usai ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, pasutri tersebut langsung dievakuasi untuk divisum di Puskesmas Patas. Jenazah mereka segera diserahkan ke keluarganya untuk kemudian dibawa ke Muara Teweh.

Informasi dari keluarga korban, kedua pasutri tersebut hendak berangkat menuju Kota Palangka Raya untuk berobat cuci darah. Namun, takdir berkata lain. Keduanya meninggal dunia di perjalanan akibat terseret banjir. c-hrt/ist

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *