Punya Ponsel Dalam Penjara, Napi Berkali-kali Lakukan Penipuan Canggih

  • Bagikan
Terdakwa saat disidang di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Rabu (24/11/2021). ANDRE

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Denny Juniardi tampaknya tidak kunjung jera meski berulang kali tertangkap melakukan tindak pidana penipuan. Dua perkara penipuan ia lakukan dari balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Palangka Raya karena masih memiliki akses menggunakan ponsel.

Denny sudah pernah pernah mendapat vonis pidana penjara pada tahun 2017 dan 2020. Pada perkara terakhir dia kembali menggunakan ponsel untuk meretas akun WhatsApp milik korban lalu menghubungi  sejumlah nomor kontak yang tercantum.

“Terdakwa menggunakan WhatsApp saksi Anita Yeni yang sebelumnya sudah dikuasainya dengan modus akan meminjam sejumlah uang,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang Pengadilan Negeri Palangka Raya, Rabu (24/11/2021).

Modusnya cukup canggih, berawal dengan membuat akun Facebook tiruan, mengambil alih penguasaan WhatsApp milik teman pemilik akun asli, kemudian meminta uang pada nomor kontak pemilik WhatsApp yang diambil alih.

Perkara berawal ketika pada Juli 2020, Denny membuat akun Facebook palsu dari akun Wendy Hiu. Dia mengambil foto atau gambar dari akun asli milik Wendy untuk menjadi foto profil pada akun palsu. Menggunakan akun palsu tersebut, Denny mengirimkan permintaan ke teman-teman Facebook Asli Wendy Hiu termasuk ke Anita Yenie.

Rupanya Anita tidak mengetahui bahwa akun tersebut adalah palsu sehingga menerima permintaan pertemanan. Melalui akun palsu, Denny meminta nomor WhatsApp dan kode One Time Password (OTP) dari nomor WhatsApp tersebut. Karena tidak curiga dan merasa bahwa yang meminta adalah Wendy Hiu yang asli, Anita mengirimkan nomor dan kode OTP whatsapp mililnya.

“Tidak berselang lama akun WhatsAps korban tidak bisa diakses, dan akun Facebook Wendy Hiu langsung non aktif serta pesan yang dikirimkan kepada yaitu akun Facebook Anita Yenie dihapus,” papar JPU.

Denny yang telah mendapat nomor dan kode OTP dengan bebasnya mengakses akun WhatsApp korban. Dia langsung menghubungi teman-teman WhatsApp korban dengan modus akan meminjam uang. Teman WhatsApp korban diantaranya adalah Oktaria Shinta dan Nanin. Karena merasa ada permintaan dari korban, Oktaria mentransfer total Rp700.000 ke rekening atas nama Vindy Valentina dan Okke Malvin Chandra. Namun ketika Denny menghubungi Nanin untuk meminta uang ternyata tidak berhasil. Nanin yang merasa curiga tidak menanggapi pesan WhatsApp yang dikirim Denny.

Kasus tersebut akhirnya terungkap saat polisi yang mendapat laporan korban berhasil melacak Denny di LP Kelas IIA sebagai terduga pelakunya. Denny akhirnya terjerat ancaman pidana dalam Pasal 46 ayat (1) Jo Pasal 30 ayat (1) UU No 19/2016 tentang perubahan atas UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Pasal 378 KUHPidana tentang Penipuan. dre

Penulis: AndreEditor: Haris Lesmana
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *