4 Komisi di DPRD Masih Kekurangan Anggaran

  • Bagikan
TABENGAN/MAYA SELVIANI RAPAT PARIPURNA- Wakil Ketua Bapemperda Kotim Darmawati ketika menyampaikan laporan dalam Rapat Paripurna di DPRD Kotim, Selasa (23/11).

SAMPIT/TABENGAN.COM – Wakil Ketua Bapemperda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Darmawati pada rapat paripurna terkait penyampaian laporan hasil rapat kompilasi tentang rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) tahun anggaran 2022 menyampaikan, setelah melalui pembahasan yang mendalam sesuai dengan agenda jadwal kegiatan DPRD Kotim telah dibahas rancangan APBD Tahun Anggaran 2022.

Dalam rapat kerja komisi dengan mitra kerjanya masing-masing, dilanjutkan rapat kompilasi gabungan Komisi I, II, III dan IV dengan tim anggaran eksekutif. Hal ini dilakukan untuk lebih mengetahui lebih lanjut rencana program kegiatan yang tertuang dalam APBD tahun anggaran 2022, apakah betul-betul menyentuh pada kepentingan masyarakat dengan berpegang pada asas manfaat.

“Serta berkeadilan, sehingga pemerataan pembangunam dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di wilayah Kotim tidak hanya masyarakat perkotaan saja,” ujarnya, Selasa (23/11).

Menurutnya berdasarkan rapat kompilasi, nggaran dalam RAPBD tahun 2022 secara garis besar hanya untuk belanja rutin SOPD masing-masing dan hanya terjadi pergeseran-pergeseran anggaran. Sehingga jika ada kegiatan baru hanya untuk memenuhi kegiatan-kegiatan yang sifatnya sangat prioritas dan urgen. Selain itu, berdasarkan hasil rapat mitra kerja komisi-komisi DPRD ia menyampaikan jika ada beberapa kekurangan anggaran, seperti di Komisi I ada penambahan anggaran sekitar  Rp77 miliar lebih, Komisi II Rp44 miliar lebih, Komisi III Rp247 miliar dan Komisi IV Rp192 miliar lebih.

Berdasarkan total pagu APBD untuk tahun 2022 yang disepakati sebesar Rp1,8 triliun dengan komposisi pendapatan Rp1,8 triliun, belanja Rp1,9 triliun lebih dan surplus atau defisit sekitar Rp63 miliar lebih.

“Ini merupakan gambaran masih banyak program kegiatan yang belum dapat terdanai karena keterbatasan kemampuan keuangan saat ini,” ujarnya.

Dari permasalahan tersebut, lanjutnya, DPRD memberi catatan dan koreksi, khususnya kepada Pemkab Kotim, agar kiranya dalam pelaksanaan pembangunan program pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dapat bekerja secara maksimal, tepat waktu dan tepat sasaran serta untuk ke depannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) hendaknya juga terus digali dan dimaksimalkan. Karena masih banyak kegiatan prioritas yang belum bisa dilaksanakan karena terkendala kurangnya anggaran. c-may

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *