PASCABANJIR-Ratusan Warga Kotim Terserang Penyakit

  • Bagikan
ISTIMEWA OBATI PASIEN- Tim Dinkes Kotim tengah mengobati pasien yang sakit usai banjir melanda wilayah mereka.

SAMPIT/TABENGAN.COM- Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) banyak menemukan warga yang menderita sakit, saat mereka mendatangi beberapa desa yang sempat terdampak akibat banjir, terutama di Desa Sudan dan Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, yang kondisinya paling parah saat banjir.

“Jumlahnya lumayan banyak, ada ratusan orang, dan jenis penyakit yang mereka derita ada bermacam-macam, yaitu mulai dari ISPA, diare, maag, dermatitis atau penyakit gatal-gatal, hingga hipertensi,” ungkap Kadiskes Kotim Umar Kaderi melalui petugas Pelaksana Pelayanan Kesehatan Primer drg Winanti Ratri, Selasa (23/11).

Menurutnya, petugas Dinkes melakukan pelayanan kesehatan gratis di Desa Sudan dan Parit selama 2 hari, 20-22 November 2021. Untuk Desa Sudan, pada hari pertama ada 79 orang yang datang ke posko untuk berobat dan hari kedua 71 orang. Kemudian di Desa Parit, hari pertama 90 orang dan di hari kedua 86 orang.

“Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan dengan sistem jemput bola, yaitu mendatangi dari rumah ke rumah khusus untuk kaum lansia. Di Desa Sudan kami menemukan sebanyak 20 orang lansia yang sakit, sementara di Desa Parit, lansia yang sakit sebanyak 10 orang. Mereka sudah kami obati,” terang Ratri.

Total warga yang sakit saat musibah banjir terjadi di 2 desa tersebut ada sebanyak 356 orang.

Selain di kedua desa tersebut, tim Dinkes juga melakukan kegiatan serupa di desa-desa lainnya yang juga terdampak banjir, namun warga yang sakit jumlahnya tidak terlalu signifikan. Kegiatan ini rencananya akan terus berjalan, hingga status tanggap darurat bencana banjir berakhir, yaitu 3 Desember 2021 mendatang. c-prs

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *