Teras Pantau 3 Food Estate

  • Bagikan
Agustin Teras Narang

*Harus Dilaksanakan dengan Baik dan Benar, Serta Adil

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Kalimantan Tengah menjadi lokasi yang dicanangkan pemerintah pusat dalam melaksanakan proyek nasional Food Estate. Ada sejumlah wilayah dan komoditas yang digarap. Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau difokuskan pada pengembangan komoditi padi. Sementara di Gunung Mas pengembangan komoditi singkong.

Kebijakan pemerintah dalam melibatkan Kalteng sebagai salah satu lokasi pelaksanaan  proyek strategis nasional, mendapat respons positif dari senator Kalteng Agustin Teras Narang. Menurut Teras, Kalteng sampai dijadikan salah satu lokasi Food Estate karena dinilai cocok dan tepat dalam mengembangkan kedua komoditi tersebut.

Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini menegaskan, terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan dan perjalanan pelaksanaan ketiga Food Estate ini. Keberadaan Food Estate tentunya harus memberikan manfaat bagi masyarakat Kalteng, khususnya masyarakat di sekitar lokasi.

Harapan besar, Food Estate ini apabila dalam perjalanannya berhasil berkembang, tidak hanya bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, tapi juga bagi lingkungan hidup.

“Secara pribadi, saya mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan Kalteng sebagai salah satu lokasi Food Estate. Pelibatan Universitas Palangka Raya (UPR) yang dilibatkan pemerintah pusat dalam melakukan pendampingan juga pengawasan adalah sebuah keputusan yang sangat tepat,” kata Teras via WhatsApp, Senin (22/11).

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalteng ini menyampaikan, pendampingan dan pengawasan yang dilakukan UPR di dua lokasi Food Estate, yakni Kapuas dan Pulang Pisau bersifat hal-hal teknis. Diharapkan kepercayaan ini agar dilaksanakan dengan baik dan benar, serta adil. Kolaborasi tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat, serta juga keberhasilan Food Estate tersebut.

Selanjutnya, kata Teras, Food Estate yang berada di Gunung Mas, yang dikelola oleh Kementerian Pertahanan, juga agar segera melakukan kerja sama serupa dengan UPR. Khususnya terkait dengan masalah teknis pula, dan dengan tetap memerhatikan masalah lingkungan agar tetap lestari dan tidak menimbulkan pencemaran yang merugikan masyarakat dan daerah. ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *