OLIMPIADE BAHASA JERMAN- Edward dan Sartika Maju di Final Nasional

  • Bagikan
Edward Christian Rufus saat mengikuti perlombaan.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Kalteng tampaknya punya segudang pelajar berprestasi dan bertalenta.

 Tahun ini, 2 orang siswa-siswi SMA setempat akan mewakili Kalteng dalam Final Olimpiade Bahasa Jerman tingkat nasional.

TABENGAN/IST
WAKILI KALTENG – Para juara Olimpiade Bahasa Jerman tingkat provinsi, berfoto bersama pihak Dinas Pendidikan Kalteng, Dewan Juri dan lainnya

Keduanya adalah Edward Christian Rufus dan Sartika Dewi, merupakan juara I dan II Olimpiade Bahasa Jerman tingkat provinsi yang digelar di SMAN 3 Palangka Raya, belum lama ini.

Edward selaku juara I adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 3 Palangka Raya, sementara Sartika Dewi siswi kelas XI IBBU dari sekolah yang sama.

Hasil olimpiade tingkat provinsi tersebut, berdasarkan dari seleksi pada babak penyisihan (tingkat provinsi/wilayah) yang sudah dilaksanakan. Kegiatan itu dipusatkan di SMAN 3 Palangka Raya, dengan jumlah 21 peserta dari 4 SMA/SMK di Kalteng.

Dimana peserta dari SMAN 3 Palangka Raya ada 10 orang, SMK 3 Palangka Raya 1 orang, SMA Golden Christian School Palangka Raya 4 orang, dan SMA 1 Pulang Pisau 6 orang. Pelaksanaan seleksi dilakukan secara daring (digital) dengan menggunakan aplikasi Moddle, Action Bound dan Zoom.

Para peserta menggunakan komputer dengan sambungan internet serta wajib memiliki Internet Browser, seperti Google Chrome atau Mozzilla Firefox. Seleksi sendiri menerapkan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes), secara ketat.

Hasilnya dari 21 peserta yang bersaing, para dewan juri memutuskan tiga juara dalam seleksi tersebut. Mereka adalah Edward Christian Rufus sebagai Juara I, Sartika Dewi juara II dan Verensia Enjelina Kristi sebagai juara III.

Namun yang berhak mewakili Kalteng dalam final nasional adalah juara I dan II saja, pada 22 Januari 2022 mendatang. Para juara juga diberikan uang pembinaan dari Dinas Pendidikan Kalteng yaitu juara I berjumlah Rp 1.500.000 dan juara II Rp 1 juta.

Sementara untuk ketiganya, juga mendapatkan bingkisan serta beasiswa kursus online Bahasa Jerman dari pusat kebudayaan Jerman di Indonesia yaitu Goethe-Institut.

Perlu diketahui dewan juri yang memberikan penilaian seperti Dani Hendra yang merupakan Dosen Bahasa dan Sastra Jerman di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung dan Dr Sri Prameswari Indriwardhani Dosen Bahasa dan Sastra Jerman di Universitas Negeri Malang, yang ditunjuk oleh Goethe-Institut.drn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *