Tumbang Nusa Banjir, Gerombolan Rusa Keluar Hutan

  • Bagikan
SOSIAL -  Sejumlah Petugas dari Polres Pulang Pusau bahu membahu bersama warga mendorong satu demi satu mobil yang mogok di jalan Tumbang Nusa.

VIRAL – Tampak seekor kijang keluar dari hutan

 

 

PULANG PISAU/TABENGAN.COM– Banjir kiriman dari wilayah hulu, berimbas ke Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Empat desa di kecamatan tersebut, Desa Tumbang Nusa, Taruna, Jabiren dan Pilang, terendam cukup parah, Jumat (19/11).

VIRAL – Tampak seekor kijang keluar dari hutan di Pulang Pisau

Debit air mencapai 150 cm atau 1,5 meter, dan ruas Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya-Banjarmasin tergenang lebih 80 cm. Dampak dari luapan air setinggi itu membuat sejumlah satwa keluar dari hutan. Salah satunya, gerombolan rusa terlihat oleh masyarakat dan pengguna jalan berlarian menyelamatkan diri dari hutan yang terendam banjir.

Mandala, warga Desa Tumbang Nusa membenarkan peristiwa unik yang selama ini belum pernah terjadi. Akibat luapan air yang cukup tinggi, lebih 6 ekor rusa mendadak keluar dari hutan menuju dataran tinggi, tepatnya keluar area badan jalan di Desa Taruna.

Melihat momen itu, dan jarang terjadi, sejumlah pengguna jalan ada yang mengambil gambar dan ada pula yang memvideokan untuk diposting di media sosial masing-masing.

“Kemunculan rusa ini, kiriman dari grup kami, dan dambil oleh teman kami sopir truk,” ujar Mandala saat diwawancarai Tabengan, kemarin.

Dikonfirmasi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulpis H Salahudin mengatakan, bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Jabiren Raya kini berdampak pada 4 desa: Desa Tanjung Taruna, Tumbang Nusa, Jabiren dan Pilang.

“Penyebab banjir di Kecamatan Jabiren Raya ini karena meluapnya DAS Sungai Kahayan akibat pendangkalan sungai dan disertai tingginya intensitas hujan,” ujar Salahudin.

Selain merendam Jalan Trans Kalimantan, luapan air juga merendam beberapa permukiman warga dan fasilitas umum di Kecamatan Jabiren Raya.

“Panjang kemacetan lalu lintas hari ini mencapai lebih 3 km. Saat ini akses lalu lintas di kawasan jalan yang terendam diberlakukan sistem buka tutup dan 1 jalur untuk mengurai kemacetan dan kendala kendaraan mogok di tengah jalan yang terendam. Akses jalan desa menuju ke permukiman warga di bantaran sungai atau lokasi yang terdampak hanya bisa menggunakan perahu kecil,” beber Salahudin.

Disebutkan, jumlah desa terdampak, Desa Tanjung Taruna sebanyak 236 KK 810 jiwa, Desa Tumbang Nusa 280 KK 1.400 jiwa, Desa Jabiren 300 KK 1.500 jiwa dan Desa Pilang 223 KK 892 jiwa.

“Untuk aktivitas masyarakat masih berjalan normal, namun perkebunan karet dan sawit warga ikut terendam dan terganggu dalam proses menyadap dan memanen hasil perkebunan,” terangnya.

Sedangkan bangunan dan fasilitas umum yang terdampak, sebut Salahudin, 2 unit rumah ibadah, 1 unit kantor desa, jalan desa sepanjang 6 km, Desa Tanjung Taruna 1.202 unit rumah, 3 unit fasdik, 1 unit faskes, Desa Tumbang Nusa sebanyak 1. 250 unit rumah, 4 unit fasdik, 2 unit rumah ibadah, Desa Pilang sebanyak 109 unit rumah, 3 unit fasdik, 1 unit rumah ibadah, 1 unit kantor desa, jalan desa lebih 4 km dan jalan desa sepanjang 2 km.
Logistik berupa sembako dan obat-obatan telah disiapkan untuk kebutuhan mendesak. Pemantauan debit air terus dilakukan oleh Poslap Kecamatan Jabiren Raya. Termasuk menyampaikan laporan harian dan terus melakukan koordinasi tentang perkembangan di lokasi yang terdampak banjir. Termasuk melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan di lokasi jalan yang terendam.

“Sedangkan personel pos lapangan melibatkan BPBD Kabupaten Pulpis, Dinkes, TNI, Satpol PP, Polri,  BPK Kuala Kapuas, Tagana/Dinsos, Orari Rapi, Dishub, dan relawan,” pungkasnya. c-mye

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *