TRAUMA HEALING – Polwan Bagikan Hadiah ke Anak Korban Banjir 

  • Bagikan
TABENGAN/FERRY WAHYUDI/YULIANUS STEFAN LUNDJU SEMBUHKAN TRAUMA- Anak-anak di tenda pengungsian saat bermain bersama Polwan Polda Kalteng. 

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Tawa sukacita menghiasi wajah puluhan anak korban banjir yang mengungsi di tenda pengungsian Jalan Arut, Kota Palangka Raya, Jumat (19/11) sore.

Sejumlah permainan diikuti dengan riang gembira ketika Polwan Polda Kalteng datang melakukan trauma healing kepada anak korban banjir di Jalan Arut.  Bernyanyi dan menggambar menjadi favorit anak ketika mengikuti permainan yang disediakan.

TABENGAN/FERRY WAHYUDI/YULIANUS STEFAN LUNDJU
SEMBUHKAN TRAUMA- Anak-anak di tenda pengungsian saat bermain bersama Polwan Polda Kalteng.

Membantu mengatasi trauma anak terhadap banjir yang kini sedang terjadi, Polwan Polda Kalteng sengaja bertandang ke tenda pengungsian untuk memberikan trauma healing kepada anak.

Dengan harapan anak-anak yang kini tinggal di tenda pengungsian tetap terus gembira dan bisa melanjutkan kehidupannya seperti biasa.

Perwira Koordinator (Pakor) Polwan Polda Kalteng AKBP Siti Fauziah mengatakan, jengukan Polwan Polda Kalteng ke tenda pengungsian merupakan bentuk simpati atas warga, khususnya anak-anak yang dirasakan tertekan karena bencana banjir.

“Tadi kita menghibur anak-anak dengan bernyanyi, menggambar dan sejumlah kuis. Juga kita berikan sedikit hadiah kepada mereka,” katanya.

Polwan yang juga menjabat Kasubdit Polmas Ditbinmas itu menjelaskan, saat ini warga anak-anak yang tinggal di tenda pengungsian turut membutuhkan bahan pangan dan selimut untuk mereka tidur.

“Kita berharap banjir bisa segera surut sehingga warga dan anak-anak bisa kembali ke rumahnya,” harapnya.

Fauziah menambahkan, selain di tenda pengungsian Jalan Arut, Polwan Polda Kalteng juga akan kembali melakukan trauma healing di posko-posko pengungsian warga yang tersebar di beberapa tempat.

“Kita akan bergerak ke posko-posko lain nantinya. Trauma healing sebisa mungkin kita berikan kepada anak-anak agar memberikan dukungan psikologis dan meringankan beban kesedihan mereka dengan permainan yang membuat gembira,” tuturnya. fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *