BANJIR BUKIT RAWI – Anthony: Pemprov Jangan Diam, Ambil Langkah Alternatif

  • Bagikan
Tokoh Masyarakat Gumas Anthony L Djaga

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Parahnya bencana banjir yang melanda kawasan Bukit Rawi, Desa Penda Barania, Kabupaten Pulang Pisau, mendapat sorotan dari berbagai pihak, khususnya masyarakat pengguna jalan. Selain itu, masyarakat Kabupaten Gumas yang terdampak secara langsung, berharap Pemprov Kalteng mengambil langkah alternatif apabila jalan itu terputus.

Anthony L Djaga, salah satu tokoh masyarakat Gumas, mengatakan, Pemprov Kalteng jangan hanya pasrah dan menunggu  terhadap persoalan banjir di Bukit Rawi. Artinya tidak hanya fokus menunggu pembangunan jembatan layang selesai.

“Pemprov harus mengambil langkah alternatif seperti mengoptimalkan jalur Linau, yang menghubungkan langsung ke wilayah Rungan hingga Manuhing menuju Palangka Raya,” ujarnya kepada Tabengan ketika via telepon seluler, Rabu (17/11) sore.

Hal ini wajar mengingat jalur menuju Palangka Raya tidak hanya mengandalkan ruas Bukit Rawi, namun juga jalur Linau. Diharapkan ada koordinasi dan kerja sama dengan Pemkab setempat, dalam membenahi ruas tersebut.

Pasalnya, dari informasi dan pantauan di lapangan, masih banyak titik yang mengalami kerusakan cukup parah di jalur itu. Bahkan ketika musim hujan ini, sejumlah ruas selain berlumpur dalam juga ditemukan beberapa tanjakan yang cukup tinggi.

Maka itu, Anthony berharap Pemprov Kalteng bisa membenahi ruas menuju Palangka Raya, yang juga melewati wilayah Takaras Manuhing tersebut.

“Kalau ini juga tidak dibenahi tentu akan sangat mengkhawatirkan. Ketika ruas Linau itu juga terputus akibat banjir, maka masyarakat Gumas bahkan Kapuas yang akan terkena dampaknya,” ujarnya.

Anthony menambahkan, jalur alternatif Linau saat ini satu-satunya pilihan masyarakat pengendara untuk bisa bepergian Palangka Raya-Kurun tanpa harus melewati kawasan banjir Bukit Rawi.

Dia berharap hal itu jangan sampai terjadi, karena di saat ini persoalan banjir di Bukit Rawi saja, berpotensi menimbulkan persoalan di masyarakat khususnya distribusi. Contohnya, kenaikan harga hingga kebutuhan-kebutuhan lain yang cukup penting bagi masyarakat.

“Kita juga berharap, perbaikan jembatan layang ini ketika surut nanti bisa dipercepat pembangunannya. Karena kalau ini dibiarkan, maka akan terus berulang-ulang terjadi masalah banjir,” ujarnya.

Anthony berharap Pemprov bersama DPRD Kalteng bisa membuat tindak lanjut terkait banjir Bukit Rawi agar tidak berlarut-larut. Intinya, persoalan aturan harus bisa fleksibel ketika menghadapi persoalan krisis, yang mana masyarakatnya sangat membutuhkan. drn

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *