BANJIR PALANGKA RAYA – Ratusan Pengungsi Mulai Terserang Penyakit

  • Bagikan
PERIKSA KESEHATAN DAN DATA KORBAN BANJIR - Seorang tenaga kesehatan tengah memeriksa kesehatan pengungsi yang berada di Posko Pelabuhan Rambang.ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, 19 November 2021 pukul 14.00 WIB, jumlah warga yang mengungsi di posko banjir sebanyak 3.662 jiwa. Mereka tersebar di 28 posko di 4 kecamatan dan 17 kelurahan yang terdampak paling parah. Selain mengalami kerugian materi akibat rumah terendam banjir, warga di pengungsian mulai terserang penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo mengatakan, banjir tidak hanya membawa dampak kerugian materi dan tekanan psikis bagi korbannya, tapi juga masalah kesehatan sering mengincar saat banjir terjadi.

Kotoran dan kuman yang terbawa oleh air, hingga fasilitas kebersihan yang tidak memadai selama banjir menjadi penyebab utama munculnya penyakit.

“Penanganan dan kesiapsiagaan kita telah dilakukan. Hingga saat ini tim kesehatan dari Dinkes yang diterjunkan ke lokasi banjir setidaknya telah melayani ratusan warga pengungsi yang terdampak banjir,” ujarnya saat dikonfirmasi Tabengan, Jumat (19/11).

Dia menyebutkan, beberapa penyakit yang bisa muncul sebagai imbas dari banjir di antaranya infeksi kulit, leptospirosis, diare, demam berdarah, ISPA, DBD, tifus, dan pes yang merupakan penyakit infeksi pada manusia dan hewan  yang disebabkan bakteri Yersenia pestis.

Menurut Andjar, penyebaran penyakit-penyakit tersebut dibawa oleh luapan air sungai yang kotor dan bercampur dengan kotoran serta limbah yang dihasilkan pada lingkungan rumah terdampak banjir.

“Pada saat banjir, diimbau agar masyarakat tetap menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kesehatan pribadi dan keluarga, menjaga kebersihan lingkungan, dan mewaspadai penyakit-penyakit yang biasanya muncul saat banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BLUD UPT Puskesmas Pahandut H Ridwan mengatakan, guna melayani ribuan pengungsi yang berada pada wilayah kewenangannya, pihak puskesmas telah mendirikan sejumlah posko kesehatan yang berdampingan bersama posko pengungsian. Seperti posko kesehatan di Posko Pelabuhan Rambang, Pahandut Seberang maupun Tumbang Rungan siap melayani kesehatan para pengungsi mulai pukul 8 pagi hingga 8 malam. Sedangkan layanan kesehatan di Puskesmas Pahandut akan buka selama 24 jam.

Dikatakan, selama ini sudah begitu banyak masyarakat yang mendapatkan layananan baik di posko kesehatan maupun puskesmas. Bahkan ratusan pengungsi yang berada di sekitar Posko Puskesmas Pahandut yang terserang penyakit, sudah diberikan pelayanan kesehatan.

“Sejauh ini, keluhan paling sering disampaikan masyarakat adalah penyakit kulit, gatal-gatal, diare ringan, batuk pilek ringan dan hipertensi. Bisa kita atasi karena ketersediaan obat kita cukup. Demikian juga nakes di wilayah kita juga cukup,” bebernya.

Di sisi lain, Ridwan menegaskan kepada para pengungsi agar jangan sedikit pun lengah apabila dirinya atau keluarga ada yang terkena penyakit diare. Seringan apa pun gejala diare yang diderita, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke posko kesehatan maupun puskesmas terdekat.

Siska Friskila, salah seorang petugas kesehatan UPT Puskesmas Pahandut mengatakan, sejumlah warga yang mengungsi akibat banjir mulai mengalami penyakit gatal-gatal hingga flu ringan.

“Warga di sini kebanyakan mengeluh gatal-gatal, flu, dan batuk karena mereka sebelumnya beraktivitas di air,” kata Siska.

Meskipun demikian, lanjutnya, sampai saat ini belum ada warga yang mengeluh sakit parah. Namun, untuk antisipasinya tim kesehatan telah menyediakan ambulans yang siap digunakan.

“Apabila ada warga yang memerlukan bantuan pertolongan lebih lanjut maka kami akan merekomendasikan langsung ke Puskesmas Pahandut,” tutupnya. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *