Harga Komoditas Tumbuh, Penjualan Isuzu D-Max Terdongkrak

  • Bagikan
TABENGAN/IST PERMINTAAN D-MAX : Pengunjung melihat isuzu D-Max dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, serpong,  Tangerang,  Kamis (18/11). Melonjaknya harga komoditas dan tumbuhnya permintaan global, berdampak pada penjualan D-Max terbaru yang sangat irit dan handal. Harga mobil yang dibandrol Rp 363,6 juta hingga Rp 459,8 juta tersebut diproyeksikan sedikitnya terjual 200 unit per bulan.

JAKARTA/TABENGAN.COM –  Pertumbuhan harga komoditas perkebunan dan pertambangan dalam beberapa bulan ini ikut mendongkrak penjualan otomotif. Peningkatan tak hanya terjadi pada segmen kendaraan komersial yang bersentuhan langsung dengan operasional perusahaan perkebunan dan pertambangan, tetapi kendaraan penumpang juga ikut terdongkrak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, pemulihan ekonomi nasional terus berlanjut setelah semakin membaiknya harga dan permintaan global, khususnya barang-barang komoditas Indonesia pada Agustus 2021. Contohnya, batu bara yang naik 11,04% (mtm) dan CPO sebesar 6,85% (mtm).

Chief Operation Officer (COO) PT Astra International Tbk-Isuzu Sales Operation (AI-ISO/Astra Isuzu) Yohanes Pratama menjelaskan, segmen kendaraan penumpang Astra Isuzu, khususnya Isuzu D-Max, ikut meningkat seiring melonjaknya harga komoditas. Bahkan, penjualan diyakini akan terus tumbuh dengan hadirnya wajah baru All New Isuzu D-Max 4×4 1.9L. Mobil pikap kabin ganda andalan Astra Isuzu ini resmi diluncurkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE-BSD City, Tangerang, Banten yang digelar 11-21 November 2021.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada September 2021, terjadi peningkatan penjualan signifikan untuk produk Isuzu D-Max baik whole sales maupun retail sales. Untuk whole sales Isuzu D-Max year to date (ytd) September 2021 tercatat meningkat 181,9%, sedangkan, retail sales ytd September 2021 tercatat naik 93,3%.

Yohanes memaparkan, All New Isuzu D-Max memiliki sejumlah keunggulan dibanding kompetitor. Mobil itu memiliki mesin diesel commonrail RZ4E-TC yang lebih kompak berkekuatan 1.900 cc dengan teknologi blue power. Teknologi ini membuat tenaga yang dihasilkan lebih besar, 150PS, tetapi lebih efisien dalam pemakaian bahan bakar. All New Isuzu D-Max ini juga memiliki transmisi manual baru 6 tingkat percepatan, torsi besar, dan RPM rendah (35.7/1.800-2.600).

Keunggulan lainnya, D-Max terbaru sudah dilengkapi teknologi turbo desain baru yang diatur secara elektrik (electric control VGS turbo charger) dan dibekali tangki bahan bakar berkapasitas 76 liter. Menurut Yohanes, hal itu jelas semakin bisa menguntungkan bisnis konsumen. All New Isuzu D-Max hadir dengan tiga varian dengan harga mulai dari Rp 363,6 juta hingga Rp 459,8 juta.

Yohanes mengatakan, sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan sangat membutuhkan dukungan kendaraan operasional yang tangguh, mumpuni, dan hemat bahan bakar. Oleh karena itu, kehadiran All New Isuzu D Max diharapkan dapat menjawab kebutuhan ketiga sektor tersebut agar bisa meningkatkan kinerjanya dan memberikan kontribusi lebih besar lagi bagi ekonomi nasional.

Pihaknya juga menyiapkan rotasi part yang bisa diakses oleh customer untuk mendukung kelancaran operasional kerja mereka di lokasi yang jauh dari kota.

Saat menjual All New Isuzu D-Max, Astra Isuzu juga memberi solusi tuntas melalui kemudahan soal service dan sparepart on site atau di lokasi kerja perusahaan konsumen. “Keunggulan Astra Isuzu, kami memiliki jaringan dan kualitas layanan dari seluruh dealer di seluruh wilayah Indonesia,” tutur dia.

Terkait proyeksi penjualan, Yohanes Pratama mengatakan, pihaknya enggan bermuluk-muluk. Pihaknya berharap penjualan All New Isuzu D-Max bisa di kisaran 200 unit per bulan.

Saat membuka GIIAS 2021, Airlangga Hartarto mengatakan, naiknya harga komoditas juga memicu lonjakan penjualan otomotif. Ia memperkirakan, penjualan otomotif tahun ini bisa menembus angka 850.000 unit, jauh di atas angka tahun lalu yang sekitar 530.000 unit. Industri otomotif juga bisa memanfaatkan peluang kenaikan harga CPO dengan mengadopsi program menekan perubahan iklim.

Sementara itu, Regional Manager Wilayah Sumbagut, Sumbagsel, dan Jawa Barat Astra Isuzu Irwan Nawir mengakui, harga komoditas perkebunan dan tambang terus melonjak. Seperti di wilayah Sumatera yang ia tangani, peningkatan komoditas perkebunan dan tambang dari kuartal kedua hingga ketiga mencapai 20-30 persen. Peningkatan itu jelas mendongkrak penjualan kendaraan komersial pengangkut barang komoditas. Dampak tidak langsungnya juga dirasakan segmen mobil penumpang, sebagai kendaraan supporting operasional, terutama untuk mengangkut pegawai ke lokasi tambang ataupun perkebunan.

“Saat produksi meningkat, tentu butuh supporting yang besar untuk membawa orang atau manajer ke site. Makanya, di Astra Isuzu, untuk kendaraan supporting ini seperti D-Max, terjadi peningkatan 10-15 persen,” ujar Irwan. Ist/bb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *