TINJAU LOKASI BANJIR – Bupati Pulpis Keluarkan 40 Ton Beras dan Sembako

  • Bagikan
ISTIMEWA KEMANUSIAAN  - Sebagai bentuk kepedulian pada masyarakat, Bupati Pulang Pisau (Pulpis) Pudjirustaty Narang bersama rombongan pejabat daerah meninjau kondisi banjir di 3 kecamatan yang terdampak, Kamis (18/11).

 *Antrean Kendaraan Sepanjang 2 Km

PULANG PISAU– Sebagai bentuk kepedulian pada masyarakat, Bupati Pulang Pisau (Pulpis) Pudjirustaty Narang bersama rombongan pejabat daerah meninjau kondisi banjir di 3 kecamatan yang terdampak, Kamis (18/11). Kecamatan Banama Tingang, Kahayan Tengah dan Jabiren Raya.

Bupati melihat secara langsung kondisi banjir di Kecamatan Jabiren Raya, tepatnya di Desa Tumbang Nusa, dan beberapa tempat lainnya, termasuk memantau ruas Jalan Trans Kalimantan yang turut tergenang. Jalan Palangka Raya-Banjarmasin itu kini terendam 80 cm sepanjang 2 km.

Saat ini terpaksa dilakukan buka tutup jalan dan satu arah. Kemacetan tidak dapat dihindari, meskipun dilakukan buka tutup jalan, sebab ada beberapa truk yang mengalami mogok di tengah banjir Tumbang Nusa.

Taty Narang mengatakan, pihaknya turun ke lapangan tiada lain ingin melihat secara langsung dan mendengarkan apa-apa saja yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten.

“Intinya kita dari Pemerintah Daerah tidak tinggal diam, dan akan membantu semaksimal mungkin, apa-apa saja yang harus kita lakukan,” terangnya.
Dia juga menyampaikan, pihaknya mendengarkan secara langsung apa-apa saja yang dibutuhkan masyarakat dan melakukan pendataan warga yang terdampak banjir. Di sela meninjau, Bupati Pulpis menyerahkan secara langsung suplemen dan minuman energi kepada petugas posko banjir.

Dia pun memberikan apresiasi kepada Posko Lapangan (Poslap) yang telah bertugas selama 10 hari lebih di lapangan dalam menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu masyarakat di 3 wilayah kecamatan.

Bupati Pulpis juga memerintahkan Kepala Dinas Sosial Pulpis untuk segera merealisasikan beras cadangan pemerintah sebanyak 40 ton dan sembako untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di 3 kecamatan dan 12 desa tersebut.

Dikatakan, Pemkab Pulpis telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir pada 8 November 2021 dan meningkatkan status menjadi tanggap darurat sejak 18 November  2021 sampai 1 Desember 2021 atau selama 14 hari.

Antrean Mengular

Debit air yang terus meningkat di wilayah Kecamatan Jabiren Raya, tepatnya di Jalan Trans Kalimantan Tumbang Nusa, membuat antrean kendaraan mengular sepanjang 2 km. Bahkan, terpaksa dilakukan buka tutup jalan untuk mengatur antrean kendaraan yang melintas.

Banjir tahun ini merupakan banjir terparah. Banyak warga kehilangan mata pencaharian karena sulitnya beraktivitas, khususnya yang berjualan di pinggiran jalan, karena tingginya debit air mengakibatkan warung atau rumah makan milik masyarakat terendam.

Utek, warga Desa Tumbang Nusa yang tinggal di Jalan Trans Lintas Kalimantan, mengatakan, sejak Rabu (17/11) tinggi debit air mencapai 55 cm dan kini naik menjadi 80 cm.

“Banjir ini adalah banjir terbesar dan belum pernah terjadi seperti ini sebelumnya. Kalau ada hujan lagi, maka bisa parah lagi. Mudah-mudahan cepat surut banjir ini, sebab kami tidak bisa dapat penghasilan,” ujar Utek.

Utek juga menjelaskan, adanya banjir ini, para sopir taksi jurusan Banjarmasin-Palangka Raya terpaksa menggunakan jalur transit, antarjemput penumpang, baik dari Banjarmasin ke Palangka Raya atau sebaliknya.

Sementara itu, banjir di Jalan Bukit Rawi, yang menghubungkan Palangka Raya dan Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, sampai berita ini naik cetak juga masih mengalami banjir besar dan sulit dilewati. c-mye

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *