2.063 Rumah, 1 Sekolah dan 5 Rumah Ibadah di Kelurahan Pahandut Terdampak Banjir

  • Bagikan
EVAKUASI – Tim Gabungan Pemko Palangka Raya melakukan evakuasi terhadap warga Kecamatan Pahandut yang terdampak bencana banjir, Rabu (17/11) pagi. ist

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – 5 kelurahan yang berada di Kecamatan Pahandut, terdampak banjir. Ketinggian air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan sekitar 400 cm dan DAS Rungan sekitar 380 cm. Salah satu wilayah yang terdampak ialah Kelurahan Pahandut yang sebagian wilayahnya tepat berada di tepian Sungai Kahayan.

Camat Pahandut, Berlianto mengatakan berdasarkan laporan dari pihak kelurahan hingga Rabu (17/11) petang setidaknya ada 631 orang warga Kelurahan Pahandut yang mengungsi pada posko-posko pengungsian yang tersebar di wilayah setempat. Posko Pelabuhan Rambang ada terdapat 302 jiwa pengungsi, di Posko Puskesmas Pahandut ad 289 jiwa dan Posko SD Kristen ada 40 jiwa. Selain itu, 5 kepala keluarga mengungsi di Mushola Dahrul Ihsan dan 5 kepala keluarga mengungsi di Mushola Jalan Kalimantan.

“Total yang terdampak ada 26 RW dan 57 RT yang tepat berada di tepi DAS Kahayan. Jumlah penduduk yang ada di sana kurang lebih 15 ribu jiwa. Jika dilihat dari jumlah penduduk Kelurahan Pahandut yang berjumlah 27.175 jiwa, lebih dari 50 persennya terdampak banjir,” kata Berlianto, Rabu (17/11).

Sementara itu Lurah Pahandut, Evendy mengatakan jumlah rumah warga yang rerdampak banjir kali ini ada sekitar 2.063 rumah milik 790 kepala keluarga. Selain itu, SDN 8 Pahandut dan 5 rumah ibadah mushola turut terendam air.

“Di Kelurahan Pahandut, ada kurang lebih posko darurat dan pengungsian yang telah didirikan. Warga sebagian masih bertahan dirumah, tapi sebagian besar dari 15 ribu bantaran sungai di Kelurahan Pahandut telah mengungsi, tapi menyeba,” bebernya.

“Kendala sendiri, kita masih kekurangan toilet portabel bagi para pengungsi,” tambah Evendy lagi.

Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Pahandut Riduan mengatakan jika pihak puskesmas dan posko kesehatan yang berada di sana siap memberikan layanan kesehatan 1×24 jam kepada para pengungsi dan korban banjir yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Semua layanan kesehatan yang kita berikan gratis. Masyarakat tinggal datang ke puskesmas Pahandut dan petugas kesehatan kita akan siap melayani. Sementara ini, stok obat-obatan kita masih aman. Dalam beberapa hari ini, ada beberapa warga yang datang untuk berobat karena menderita diare dan gatal-gatal. Namun semua dapat tertangani,” pungkasnya. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.