Ratusan Warga Palangka Raya Mengungsi

  • Bagikan
TABENGAN/YULIANUS PRIHATIN - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengunjungi dan melihat kondisi pengungsi banjir.

PALANGKA RAYA– Bencana banjir yang melanda Kota Palangka Raya dan sekitarnya belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Justru debit air pada beberapa titik semakin meningkat, Selasa (16/11).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, banjir kali ini masih merendam 17 kelurahan, 118 RT dan 38 RW dari 4 kecamatan. Sebanyak 10.739 warga dari 4.157 KK pun masih menjadi korban terdampak banjir.

“Untuk kawasan dan jumlah warga yang terdampak, masih belum ada perubahan. Namun, tim kita di lapangan bersama dengan pihak kelurahan dan kecamatan masih melakukan pendataan. Termasuk ketinggian air saat ini. Namun, tren menunjukkan adanya kenaikan debit air pada beberapa titik,” ungkap Emi, Selasa.

BPBD, kata Emi, telah melakukan pendirian setidaknya 12 posko darurat dan pengungsian bekerja sama dengan pihak terkait lainnya. Di Kecamatan Pahandut ada Posko SDN 1 Langkai di Kelurahan Langkai, Posko Puskemas Pahandut dan Pelabuhan Rambang di Kelurahan Pahandut, Posko Bandara Lama di Kelurahan Tanjung Pinang, dan Posko Gabungan Titik Nol di Kelurahan Pahandut Seberang.

Lalu di Kecamatan Jekan Raya ada Posko halaman Kantor Kelurahan di Kelurahan Petuk Katimpun, serta Posko BPBD Jalan Arut, Posko BPBD Jalan Pelatuk dan Posko Polda Pasar Kahayan di Kelurahan Palangka. Di Kecamatan Sabangau ada Posko Gabungan di Aula Kecamatan Sabangau bagi warga Kelurahan Danau Tundai, Bereng Bengkel, Kameloh Baru dan Kalampangan.

Kemudian di Kecamatan Bukit Batu ada Posko Gabungan bagi warga Kelurahan Tumbang Tahai, Tangkiling dan Banturung serta Posko SDN Marang di Kelurahan Marang.

“Khusus Kelurahan Palangka berdasarkan info lurahnya tadi pagi, sehubungan dengan bertambahnya debit air maka tenda pengungsian yang ada sekarang 4 titik. Di Posko Jalan Pelatuk ada 50 KK lebih, di Pasar Kahayan ada 100 KK lebih, Masjid Al Falah Kompleks Gatot Subroto ada 40 KK lebih dan kawasan Jalan Mendawai Ujung ada 50 KK lebih,” bebernya.

Kemudian di posko lainnya, tambah Emi, per 16 September pukul 18.00 WIB untuk Posko BPBD di Jalan Arut ada 67 orang pengungsi yang terdiri dari 32 orang dewasa, 32 anak-anak, 2 balita dan 1 lansia. Kemudian di Posko SDN 1 Langkai ada 145 orang pengungsi (127 dewasa dan 18 anak-anak), di Posko Bandara Lama ada 8 orang pengungsi berusia dewasa, di Posko Bangaris ada 18 orang pengungsi berusia dewasa, lalu di Posko Pelabuhan Rambang ada 35 orang pengungsi (10 dewasa, 12 anak-anak, 8 balita dan 5 lansia), dan di Posko Gereja Sion ada 14 orang pengungsi yang terdiri atas 6 dewasa, 7 anak-anak dan 1 balita. Total pengungsi yang terdata sebanyak 347 jiwa.

 Terendam, Posko Jalan Arut Dipindah

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, kenaikan debit air di kawasan Jalan Arut pada Selasa pagi, cukup signifikan. Jika sehari sebelumnya air masih berada di sekitar persimpangan Jalan Arut-S Parman, maka sejak Senin malam telah naik hingga merendam sebagian besar Posko darurat banjir milik BPBD yang berada tidak jauh dari kawasan tersebut hingga setinggi 30 cm.

“Karena debit air semakin meninggi, maka mau tak mau posko harus kami pindahkan. Sementara rencananya akan dibangun di halaman Masjid Annur yang lebih tinggi dan aman,” katanya.

Sementara itu, Lurah Kalampangan Yunita Martina berinisiatif mendirikan 2 buah posko darurat banjir dan pengungsian bagi warganya. Posko tersebut berada di Aula Kelurahan Kalampangan dengan daya tampung 20 orang dan Gedung Olahraga (GOR) RW yang memiliki daya tampung 100-200 orang.

“Debit air di Kelurahan Kalampangan kembali mengalami kenaikan setinggi 11 sentimeter. Banyak rumah warga yang terdampak dan terendam air, sehingga kami berinisiatif mendirikan 2 buah posko untuk warga Kelurahan Kalampangan dan sekitarnya yang ingin mengungsi,” ungkapnya, Selasa.

Yunita menambahkan, untuk masalah kesehatan warga maka pihaknya sudah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kalampangan untuk bisa bergabung dengan posko darurat.

Dia berharap pihak UPT Puskesmas Kalampangan bisa segera menanggapi dan mengirimkan tenaga kesehatan (nakes) agar bisa melayani masyarakat untuk pemeriksaan dan penanganan pengobatan masyarakat.

“Kepada masyarakat Kelurahan Kalampangan yang ingin mengungsi, saat ini sudah ada 2 posko sudah fungsional yang pertama di gedung aula kelurahan dan yang kedua berada di GOR RW. Silakan melakukan evakuasi sembari menunggu kondisi air surut kembali,” pungkasnya. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *