Jalan Bukit Rawi Lumpuh, Tumbang Nusa Kian Parah

  • Bagikan
ISTIMEWA TAMBAH PARAH - Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, juga terus meninggi, Selasa. Ketinggian air mencapai 45 cm dengan panjang jalan terendam 80 m.

PULANG PISAU/TABENGAN.COM- Kondisi banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, makin parah. Jalan Trans Kalimantan, Palangka Raya-Bukit Rawi, di Desa Penda Barania, benar-benar lumpuh setelah berubah menjadi danau, Selasa (16/11).

Bukan cuma kendaraan roda 2 dan roda 4 yang tak bisa lewat, kini kendaraan roda 6 pun tak berani menerobos jalanan banjir. Hanya mobil-mobil ekstra besar roda 10 yang diperkenankan melintas, khususnya truk pengangkut sembako.

Siswo, Camat Kahayan Tengah, menyampaikan, dengan semakin tingginya debit air, maka pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk sementara tidak melintasi banjir. Hanya diperbolehkan truk roda 6 ke atas, terutama pengangkut sembako dan bahan kebutuhan lainnya.

“Untuk truk double gardan sudah tidak bisa lagi melintasi banjir. Kita juga mengimbau para pengguna jalan tidak nekat melintasi banjir, sampai air terlihat surut dan sudah bisa dilalui kembali,” kata Siswo seraya menyebut ketinggian air telah mencapai 1,40 cm dengan panjang jalan terendam 4,5 km, Selasa.

Tumbang Nusa

Banjir di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, juga terus meninggi, Selasa. Ketinggian air mencapai 45 cm dengan panjang jalan terendam 80 m. Masyarakat sekitar memanfaatkan mobil pikap sebagai sarana untuk mengangkut pengguna jalan roda 2 melintasi banjir. Per orang dikenakan tarif Rp20 ribu.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulpis, ada 3 desa terdampak banjir. Desa Tumbang Nusa 280 Kepala Keluarga (KK) dengan 1.400 jiwa, Desa Tanjung Taruna 236 KK dengan 810 jiwa, dan Desa Pilang sebanyak 223 KK dan 892 jiwa.

Haryadi, warga Desa Tumbang Nusa mengatakan, pengendara sepeda motor terpaksa menggunakan angkutan pikap karena takut terjebak banjir.

“Untuk biaya angkutan sepeda motor menggunakan angkutan pikap sebesar Rp20 ribu sekali angkut per orang,” ungkap Haryadi.

Menurut Haryadi, hingga kini ketinggian air mencapai 45 cm, naik dari hari sebelumnya 27 cm. Air mulai dalam sejak tengah malam kemarin pada pukul 24.00 WIB, dan ini kiriman dari hulu.

Jumlah rumah yang terendam, lanjut Haryadi, hampir 70 persen dan tahun ini adalah banjir terparah di desanya. Untuk membantu mengatur arus lalu lintas dilaksanakan oleh TNI, Polri dan instansi terkait agar tidak terjadi kemacetan di lokasi banjir. c-mye

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *