Hukrim  

Kakak Setubuhi Adik Ipar

Pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur saat diamankan Polsek Sanaman Mantikei. ISTIMEWA

KASONGAN/TABENGAN.COM– Persetubuhan anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Polres Katingan. Kali ini kakak ipar setubuhi adik iparnya yang masih di bawah umur.

Kapolres Katingan   AKBP P Sonny Bhakti Wibowo SH SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Adhy Heriyanto SH membenarkan adanya peristiwa persetubuhan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Sanaman Mantikei.

“Kejadian tersebut diketahui pada Senin (8/11/2021) lalu, pelaku berinisial I (25) merupakan suami dari kakak korban, sedangkan korban berinisial S (13) masih anak di bawah umur. Sekira pukul 19.00 WIB sewaktu korban memasak di dapur, tiba-tiba tangan korban ditarik oleh pelaku yang langsung memeluk korban,” kata Iptu Adhy, Senin.

Menurut Iptu Adhy, saat itu korban berusaha berontak dengan cara menepis tangan pelaku sembari korban berkata “aku gak mau lagi”. Kenapa korban berkata seperti itu, karena pelaku dulu juga pernah melakukan hal yang sama kepada korban.

Lanjut Iptu Adhy, pada 2020 peristiwa tersebut terjadi berulang kali. Saat itu pelaku juga mengancam korban dengan mengatakan “saya bunuh kalau tidak mau”.

“Mendengar hal tersebut korban merasa ketakutan, kemudian pelaku langsung membaringkan korban di lantai dan setelah itu pelaku langsung menyetubuhi korban. Saat melakukan aksinya tiba-tiba datang istri pelaku (kakak kandung korban) yang sempat melihat perbuatan pelaku terhadap korban. Merasa keberatan dirinya melaporkan ke pihak berwajib,”jelas Iptu Adhy.

Mendapat laporan, anggotanya langsung ke TKP dan mengumpulkan barang bukti serta saksi-saksi. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan berupa selembar baju lengan pendek, selembar celana pendek warna kuning dan selembar celana dalam.

Sementara itu, Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Katingan Aiptu Supriyanto mengatakan, pelaku sudah diamankan di Polsek Sanaman Mantikei dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan  Anak Menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun penjara. c-sus

 

 

Penulis: SusenoEditor: Haris Lesmana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.